KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Bupati Sragen Bisa Dijerat Pasal Korupsi


SUARA MERDEKA – Sabtu, 24 Mei 2014

  • Kasus Penipuan Jabatan Sekda

SEMARANG – Bupati Agus Fatchur Rahman bisa dijerat pasal kasus tindak pidana korupsi atas dugaan penipuan jabatan Sekda Kabupaten Sragen. Dalam perkara ini, Polda Jateng telah menetapkan Agus sebagai tersangka dan menjerat dengan pasal penipuan.

Namun, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menyatakan tidak menutup kemungkinan bisa mengubah pasal penipuan ke korupsi. Wakil Kepala Kejati Jateng Ali Mukartono mengatakan, perubahan pasal dalam penyidikan perkara tindak pidana seorang tersangka bisa dilakukan. Hal itu tergantung dari temuan penyidik. “Kemungkinan mengubah pasal itu ada dan terbuka, ini tergantung hasil penyidik. Misalnya, kapan dia menerima uang, apakah sebagai bupati atau apa,” katanya kemarin.

Meski demikian, jaksa peneliti dan penyidik hingga kini belum mengubah pasal yang menjerat orang nomor satu di Pemkab Sragen.

Ali menegaskan, sudah memberi petunjuk perubahan pasal ke penyidik. Ia membenarkan ide perubahan itu muncul dari kejaksaan. Dalam kasus ini, pihaknya masih menunggu pelimpahan berkas berikutnya. Berkas sudah dikirim tapi belum lengkap. “Semua arahannya terbuka, tergantung penyidik. Kami tidak mau mendahului,” tandasnya.

Adukan Kejati

Sebagaimana diberitakan, Bupati Sragen pada Maret 2013 dilaporkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukoharjo Agus Bambang Haryanto atas perkara penipuan ke Polda Jateng. Pelapor mengaku kecewa karena batal diangkat menjadi Sekda Kabupaten Sragen seperti yang dijanjikan bupati. Bambang merasa dirugikan karena telah mengeluarkan Rp 800 juta untuk membantu Agus dalam Pilkada 2011.

Saat Bambang menagih janji tersebut, Bupati justru mengembalikan uang Rp 750 juta kepadanya. Akhirnya korban merasa tertipu melaporkan persoalan tersebut.

Sebelumnya, kuasa hukum pelapor kasus dugaan penipuan jabatan Sekda Kabupaten Sragen, Muhammad Taufik mensinyalir ada upaya pembelokan substansi perkara ke ranah penyuapan. Karenanya, ia berencana mengadukan Kejati Jateng ke Komisi Kejaksaan.

Dia menduga pembelokan kasus itu untuk menggiringnya ke arah deponeering (mengesampingkan perkara). Jika pasal diubah menjadi penyuapan, hal itu berarti pemberi dan penerimanya sama-sama menjadi tersangka. (J17,J14-80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/05/24/262476

Iklan

2 Juli 2014 - Posted by | SRAGEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: