KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Anggoro Widjojo Kena Hukuman Lima Tahun


SUARA MERDEKA.com – Rabu, 02 Juli 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap Anggoro Widjojo. Pimpina PT Masaro Radiokom ini juga dikenakan denda Rp 250 juta subsidair dua bulan kurungan.

Kakak kandung terpidana Anggodo Widjojo ini terbukti menyuap mantan Menteri Kehutanan MS Kaban dan pejabat Kemenhut serta sejumlah anggota DPR periode 2004-2009.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Ketua Majelis Hakim Nani Indrawati ketika membacakan amar putusan, Rabu (2/7).

Majelis menyatakan Anggoro terbukti memberi uang suap terkait anggaran revitalisasi sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) yang dialokasikan dalam anggaran 69 program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan tahun 2007.

Anggoro mengeluarkan total uang dengan rincian Rp 210 juta, 92 ribu dolar Singapura, 20 ribu dolar AS, uang tunai Rp 925,900 juta, serta barang berupa 2 unit lift. Uang ini diberikan kepada Ketua Komisi IV DPR saat itu Yusuf Erwin Faishal untuk dibagikan ke sejumlah anggota Komisi IV DPR.

Pada pemberian pertama yang dilakukan Agustus 2007, Yusuf Erwin membagikan uang Anggoro ke anggota DPR Suswono Rp 50 juta, Muhtarudin Rp 50 juta, Nurhadi M Musawir Rp 5 juta.

Pemberian kedua dilakukan pada Maret 2008. Anggoro memberikan uang ke Yusuf Erwin Faishal dan diserahkan ke anggota Komisi IV saat itu Mukhtarudin.

Uang tersebut lantas dibagikan kepada anggota Komisi IV antara lain Fachri Andi Leluasa (30 ribu dolar Singapura), Azwar Chesputra (5 ribu dolar Singapura), Hilman Indra (20 ribu dolar Singapura), Muhktarudin ( 30 ribu dolar Singapura) dan Sujud Siradjudin senilai Rp 20 juta yang diberikan dalam  bentuk dolar Singapura.

Uang juga disetor ke Boen Purnama Sekjen Kemenhut tahun 2005-2007 yakni 20 ribu dolar AS dan mantan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenhut Wandojo Siswanto sebesar 10 ribu dolar AS.

“Terdakwa juga memberikan uang kepada MS Kaban selaku Menteri Kehutanan dan memberikan barang 2 unit lift sekaligus pemasangan sesuai permintaan MS Kaban,” papar hakim anggota Sinung Hermawan.

Khusus untuk MS Kaban, uang suap yang diberikan yakni 40 ribu dolar Singapura, 45 ribu dolar AS, selembar Traveller Cheque senilai Rp 50 juta.

Sedangkan lift yang dimaksud adalah pemberian Anggoro untuk membantu Gedung Menara Dewan Dakwah pada 28 Maret 2008. Anggoro membeli lift di PT Pilar Multi Sarana Utama dengan harga 58,581 dolar AS. Dia juga mengeluarkan biaya pemasangan Rp 40 juta dan pengadaan sipil untuk pemasangan lift Rp 160 juta.

Anggoro dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

( Budi Yuwono / CN19 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/02/207989

2 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: