KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mantan Direktur BPR Suramadu Diduga Korupsi 3,9 Miliar


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 01 Juli 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan mantan Direktur PD BPR Sarimadu dengan inisial MH sebagai tersangka dalam kasus korupsi Pemberian Kredit Fiktif pada BPR Sarimadu Kabupaten Kampar tahun anggaran 2009 sampai dengan 2012.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Riau, Muhzan mengungkapkan, pihaknya telah menerbitkan surat Perintah Penyidikan No. Print-05/N.4/Fd.1/05/2014 tanggal 19 Mei 2014 dengan tersangka, MH. “Penyidik telah menemukan adanya bukti permulaan yang cukup tentang terjadinya suatu peristiwa pidana, dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Muhzan kepada wartawan.

Dia mengatakan, MH selaku Direktur PD BPR Sarimadu, pada bulan september 2009 sampai dengan 2010 mengajukan kredit fiktif sebesar Rp 1.870.000.000 dengan mengatasnamakan 17 orang debitur tanpa dilakukan analisis.

“Untuk menghindari kredit macet, tersangka pada tahun 2011 melakukan restrukturisasi kembali dengan meningkatkan jumlah plafon pinjaman mengatasnamakan 14 debitur sebesar Rp 2.500.000.000,” imbuhnya.

Dia mengatakan, atas perbuatan tersangka daerah atau PD. Sarimadu Kabupaten Kampar mengalami kerugian sebesar Rp 3.901.407.491.52. Tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU No  20/2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

( Nurokhman / CN26 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/01/207799

1 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: