KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus TPPU Dermaga Sabang, KPK Panggil Dua Saksi


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 01 Juli 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua orang saksi terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang Heru Sulaksono, Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation.

Dua saksi yang akan diperiksa adalah Muhammad Ali Bahar dan Edy Susilo. “Mereka dipanggil sebagai saksi dengan tersangka HS,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (1/7).

Sebelumnya, KPK memanggil Direktur PT Jaka Geni Didik Priyanto, staf Auto One Kristoforus Nelson dan Staff PT VIP Motor Ng Arifin.

Dalam kasus ini KPK telah melakukan penggeledahan dua lokasi sekaligus. Upaya penggeledahan dilakukan di rumah Jl. Malaka Biru IV No 14 RT 10/ RW 10 Kelurahan Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur, Apartemen Salemba.

Selain itu, KPK juga menggeledah rumah di Taman Kedoya Permai di Jl. Limas I B5 No 16, RT7/ RW7 Kelurahan Kebon Jeruk, kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Heru Sulaksono dijerat KPK dengan pasal tindak pidana pencucian uang. Dia diduga melanggar Pasal 3 dan atau pasal 5 Undang-Undang No.8/2010 tentang tindak pidana pencucian uang dan atau pasal 3 ayat 1 atau pasal 6 ayat 1 Undang-Undang No.15/2002 tentang pencucian uang.

Selain menjadikan Heru sebagai tersangka pencucian uang, KPK juga menetapkan satu tersangka baru dalam kasus ini, yaitu Syaiful Ahmad, Kepala Badan Pengelolaan kawasan Sabang 2006-2010.

Syaiful diduga melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan tindak  pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek pembangunan dermaga bongkar pada kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Nangro Aceh Darusalam.

Ramadhani Ismy merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas sabang pada BPKS dan Heru Sulaksono.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP. Atas proyek korupsi ini, negara mengalami kerugian sekitar Rp 249 miliar.

( Mahendra Bungalan / CN33 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/01/207825

Iklan

1 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: