KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Dugaan Korupsi BKM Sarirejo: Dana BKM Tak Juga Dikembalikan


SUARA MERDEKA.com – Senin, 30 Juni 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Terdakwa Machfud Effendy rupanya sudah diberikan tiga kali kesempatan untuk mengembalikan dana Bantuan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sarirejo yang diduga disunat, namun tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan. Machfud yang merupakan koordinator BKM itu sebenarnya sudah ditekan oleh pihak fasilitator PNPM untuk segera menyerahkan dana kepada kelompok swadaya masyarakat.

“Dana sudah masuk ke rekening BKM Sarirejo sudah kami minta untuk diserahkan ke kelompok swadaya masyarakat (KSM) tapi tidak ada itikad baik. Alasannya waktu itu sibuk dalam kegiatan pilkada,” ujar Edy Handoko, salah satu fasilitator PNPM dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (30/6).

Petugas pengawas PPK, Sri Supadmi yang menjadi saksi dalam kasus ini menjelaskan, dana bantuan yang dikucurkan di Sarirejo total sebesar Rp 225 juta yakni sebanyak Rp 220 juta dari APBN dan APBD Rp 5 juta tahun 2012 yang dicairkan dalam lima tahap. Tugas PPK sendiri adalah mengawasi pencairan dan memonitoring pelaksanaan kegiatan serta jika ada pengaduan dari masyarakat.

“Totalnya ada sekitar Rp 89 juta, salah satunya untuk usaha soundsystem tetapi waktu itu pernah simbolis saja penyerahannya tapi tidak diberikan. Katanya uang sudah dipakai jadi tidak bisa mengembalikan,” tutur Supadmi di depan majelis hakim yang diketuai Hastopo ini.

Salah satu anggota BKM Sarirejo, Seno Yudo menyatakan, terdakwa sudah dipanggil sampai tiga kali tak juga menunjukan itikad baik hendak mengembalikan dana yang sudah disunat. Padahal dari kalangan masyarakat, kejadian ini cukup menyita perhatian dan menginginkan segera diselesaikan. “Takutnya masyarakat akan bertindak main hakim sendiri karena situasinya di bawah itu panas, malah jadi runyam. Setelah tiga kali tidak ada realisasi akhirnya kami serahkan ke aparat hukum yang berwenang saja,” tutur Seno.

Kerugian keuangan negara dalam kasus ini sekitar Rp 84,1 juta dan terdakwa dijerat Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU no 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

( Modesta Fiska / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/06/30/207767

1 Juli 2014 - Posted by | SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: