KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Status Kaban Tunggu Vonis Anggoro


SUARA MERDEKA – Senin, 30 Juni 2014

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menentukan status mantan menteri Kehutanan Malam Sambat (MS) Kaban terkait kasus dugaan korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan.

Status Ketua Umum Partai Bu­lan Bintang (PBB) ini ditentu­kan setelah vonis bos PT Ma­saro Ra­diokom, Anggoro Widjo­jo. Da­­lam kasus ini, Anggoro dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsiber 4 bulan ku­rungan penjara

’’’Ekspose atau gelar perkara (terkait status MS Kaban) me­nunggu vonis Anggoro,’’ kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, kemarin.

Sebelumnya, dalam membacakan tuntutan kepada Anggoro, jaksa KPK mengaku memiliki bukti kuat adanya permintaan uang kepada Anggoro, yaitu bukti rekaman percakapan telepon. Dalam rekaman percakapan yang disadap KPK, terungkap bebe­rapa kali Kaban meminta uang ke­pada Anggoro, baik secara langsung maupun melalui sopir Ka­ban, M Yusuf.

Menurut jaksa, nomor telepon yang digunakan Anggoro saat menerima telepon atau meng­hu­bungi Kaban, sama dengan yang digunakan untuk menelepon saksi lainnya. Baik Kaban mau­pun Anggoro membantah pernah berhubungan melalui telepon un­tuk membicarakan permintaan uang. Namun, Anggoro membenarkan nomor telepon yang digunakannya. Untuk memastikan itu, jaksa juga menghadirkan saksi ahli suara Joko Sarwono di persidangan.

Sesuai Permintaan

Jaksa menilai, Anggoro terbukti memberikan sejumlah uang kepada Kaban terkait proyek SKRT di Kementerian Kehutan­an. Pada 7 Agustus 2007, menurut jaksa, Anggoro terbukti memberikan uang 15.000 dolar AS kepada Kaban. Anggoro kembali memberikan uang kepada Kaban sebesar 10 ribu dolar AS pada 16 Agustus 2007, dan 20 ribu dolar AS pada Februari 2008.

Kemudian, pada 25 Februari 2008, Kaban melalui SMS, me­minta Anggoro menyediakan travellers cheque (TC) atau cek perjalanan (TC) Rp 50 juta, dan pada 28 Maret 2008 meminta uang sebesar 40.000 dolar Singapura.

Anggoro juga memberikan dua unit lift seharga 58, 581 ribu dolar AS untuk menara dakwah. Menara dakwah itu, disebut biasa digunakan untuk kegiatan Partai Bulan Bintang. .

Kuatnya keterlibatan Kaban pernah diungkapkan Yusuf Erwin Faisal yang pernah menjadi ketua Komisi Kehutanan DPR. Saat diperiksa KPK, Yusuf mengatakan, proyek SKRT sesuai permintaan Departemen Kehutanan bukan Anggoro Widjojo.

Yusuf juga menyebutkan, Kaban disebut sebagai pihak yang paling ngebet mengajukan proyek SKRT. ’’Dia (Kaban) meminta su­paya teman-teman di Dewan yang tak setuju untuk dikoordinasi menjadi mendukung,’’ kata Yu­suf.

Sementara Kaban menyatakan proyek SKRT merupakan kerja sama G to G (government to go­vernment) antara pemerintah Indonesia dan AS. (J13-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/30/265943

Iklan

30 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: