KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Penyidikan Bisa Dikembangkan


SUARA MERDEKA – Senin, 30 Juni 2014

  • Tindak Pidana Pencucian Uang

YOGYAKARTA – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Samsudin Nurseha menilai, kasus dugaan korupsi penjualan aset lahan milik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bisa dikembangkan ke tindak pidana pencucian uang (TPPU). Indikasi itu didasari temuan bukti berupa lahan di Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman yang dibeli dari hasil penjualan aset milik universitas. Lahan pengganti seluas 9.000 meter persegi itu difungsikan untuk tempat praktik mahasiswa Fakultas Pertanian UGM. “Jika ditemukan alat bukti yang cukup, penyidik bisa mengembangkan pemeriksaan ke TPPU,” katanya, Minggu (29/6).

Sebagaimana diberitakan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menaikkan status perkara itu ke penyidikan setelah mendapati beberapa alat bukti yang mengarah ke tindak pidana korupsi. Dari hasil investigasi tim kejaksaan, ditemukan bukti penjualan lahan di Dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul senilai Rp 2 miliar.

Tapi dalam pajak penjualan hanya tercantum Rp 1,2 miliar. Versi jaksa, lahan itu merupakan aset universitas. Namun pihak tersangka mengklaim tanah seluas 4.000 meter persegi tersebut milik Yayasan Fakultas Pertanian (Fapertagama). Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY Purwanta Sudarmaji mengatakan, sejauh ini penyidik belum mengarahkan ke delik pencucian uang. “Pemeriksaan masih fokus ke tindak korupsi,” ujarnya.

Tersangka Baru

Disinggung mengenai kemungkinan tersangka baru, Purwanta mengatakan sampai sekarang jumlahnya masih empat orang. Namun tidak tertutup kemungkinan akan bertambah tergantung perkembangan penyidikan. Sebagaimana diberitakan, dalam kasus ini, Kejati DIY menetapkan empat tersangka. Masing-masing Prof Susamto Somowijaryo (guru besar UGM), Dr Triyanto (Wakil Dekan III), Ir Ken Suratiyah MS (dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian), dan Ir Toekidjo (dosen Jurusan Budidaya Pertanian). Prof Susamto merupakan mantan ketua Yayasan Fapertagama. Adapun tiga tersangka lain berperan sebagai anggota yayasan yang ditunjuk untuk mengurus proses jual-beli lahan. (J1-78,88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/30/265972

30 Juni 2014 - Posted by | JOGJA RAYA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: