KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mantan Kepala Disdik Segera Disidang – Korupsi Bantuan Sarpras Kudus


PATI EKSPRES – Senin, 30 Juni 2014

SEMARANG – Perkara dugaan korupsi bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004-2005 segera disidang. Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menyatakan kasus dengan tersangka mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Kudus itu masuk di pra-penuntutan (pratut).

“Sudah masuk ke pratut. Selama ini kan menunggu hasil dari laporan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, red). Sekarang laporannya sudah selesai,” kata Kepala Kejati Jateng, Babul Khoir Harahap, kepada wartawan.

Dijelaskannya, dengan selesainya laporan dari BPKP Jawa Tengah tersebut, penyidik segera melakukan eskpose atau gelar perkara. Jika ekspose selesai, berkas perkara siap dilimpahkan ke pengadilan. “Sudah komplit (kelengkapan berkas, red). Kami ekspose, habis itu dilimpahkan ke pengadilan,” tuturnya.

Kasus ini telah menyeret Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kudus Ruslin, sebagai tersangka. Satu tersangka lagi ialah pemilik perusahaan rekanannya.
Tetapi ditanya soal penahanan tersangka, Babul masih enggan membeberkan. Pihaknya menyatakan fokus ke prosedur penanganan kasus dahulu. “Kami selesaikan dulu. Belum ada rencana (penahanan, red). Tunggu saja,” ucapnya. Kasus ini diselidiki Kejati sejak 2012 lalu. Hingga statusnya ditinggkatkan ke tahap penyidikan pada Agustus 2013.

Sekretaris Komite Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto, mendesak Kejati supaya lebih aktif menyelesaikan kasus ini. “Jangan sampai terhenti. Kasus ini harus tetap jalan,” tandasnya. Kasus ini juga memeriksa puluhan kepala sekolah, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA. Total kepala sekolah yang akan dimintai keterangan sebanyak 500 orang. Awal kasus ini yakni ditemukannya laporan fiktif yang disertai nota dalam pelaksanaan proyek. Diduga ada penggelembungan dana dari total dana proyek yang tersedia Rp 21,9 miliar.

Diketahui, proyek tidak dilaksanakan seluruhnya. Ruslin dituduh melakukan kerjasama membuat nota atas pengadaan yang tidak ada barangnya. Modusnya bekerjasama dengan pihak penyedia barang. Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar. (ris)

Sumber : http://m.patiekspres.co/2014/06/korupsi-bantuan-sarpras-kudus/

Iklan

30 Juni 2014 - Posted by | KUDUS

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: