KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Ade Mengaku Tak Kenal Mahfud


SUARA MERDEKA – Jum’at, 27 Juni 2014

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Ini merupakan pemeriksaan kedua terhadap purnawirawan polisi bintang dua itu. Usai pemeriksaan, Ade kembali membantah terlibat kasus ini. Ade yang diperiksa untuk tersangka Mahfud Suroso menegaskan, ia tidak mengenal Direktur Utama PT Dutasari Citralaras itu. Ade juga mengaku tidak pernah bertemu orang dekat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tersebut.

’’Ya tidak kenal,’’ujar Ade usai menjalani pemeriksaan selama sekitar tiga jam, Kamis (26/6). Dia juga membantah menerima uang Rp 2 miliar untuk mengamankan penanganan perkara Hambalang di KPK. Menurut Ade, hal tersebut hanya pernyataan sepihak. ’’Sebelum penyelidikan naik (dimulai-Red), saya sudah pensiun,’’ katanya. Penjelasannya itu sama seperti bantahannya saat diperiksa untuk kali pertama, beberapa waktu lalu.

Informasi tentang aliran dana Rp 2 miliar kepada Ade Rahardja dilontarkan Komisaris Metaphora Solusi Global (MSG) M Arifin dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/4/2014). Menurutnya, pemberian uang itu berawal dari ide Mahfud Suroso. “Pak Mahfud Suroso yang meminta Rp 2 miliar ke Adhi Karya. Kata dia untuk si rambut putih orang dalam KPK,” ujar Arifin merujuk pada Ade Rahardja.

PT MSG adalah subkontraktor konsultan perencana jasa konstruksi Hambalang. Arifin juga aktif menjadi perantara Kemenpora dengan Adhi Karya terkait fee 18 persen. “Pak Teuku Bagus (Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor-Red), menyetujui permintaan tersebut.

Saya mengambil uang Rp 2 miliar dari kas Adhi Karya dan saya serahkan ke Mahfud Suroso,” ujar Arifin yang bersaksi untuk Andi Mallarangeng. Selanjutnya Arifin tidak mengetahui ke mana uang itu. Dia juga sama sekali tidak tahu mengenai sosok pria berambut putih tersebut.

Ketemu Tiga Kali

Sementara itu, mantan Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, M Arief Taufiqurrahman mengaku tiga kali bertemu Anas Urbaningrum yang saat itu menjabat Ketua Umum Partai Demokrat (PD). Menurut Arief, pertemuan yang juga dihadiri Teuku Bagus, Mahfud Suroso, dan Munadi Herlambang tersebut membicarakan proyek Hambalang.

’’Pernah bertemu dengan terdakwa (Anas) tiga kali di kedai minum teh 63 di Pacific Place dan Plaza Senayan, sekitar bulan September sampai Oktober tahun 2009,’’ kata Arief saat bersaksi untuk Anas dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (26/6). Dari sejumlah pertemuan itu, dia mengakui mendapatkan informasi mengenai proyek Hambalang dari Mahfud.

Dibicarakan pula pembangunan gedung pajak dan rumah sakit Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tetapi Arief bersikeras dalam pertemuan itu tidak dibicarakan fee yang harus dibayarkan untuk mendapatkan proyek Hambalang.

Anas selaku anggota DPR periode 2009-2014 didakwa menerima hadiah atau janji berupa satu mobil Toyota Harrier B-15-AUD senilai Rp 650 juta dan satu mobil Toyota Vellfire Rp 750 juta dari PTAtrindo Internasional.

Anas juga didakwa menerima fasilitas survei senilai Rp 487 juta dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkait pemenangan sebagai ketua umum Partai Demokrat serta menerima Rp 116 miliar dan 5,2 juta dolar AS. Patut diduga hadiah tersebut diberikan agar terdakwa selaku anggota DPR melancarkan proyek Hambalang dan proyek-proyek lain. (J13,D3-59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/27/265692

Iklan

30 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: