KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kejari Didesak Tahan Dua Tersangka


SUARA MERDEKA – Jum’at, 20 Juni 2014

  • Sengketa Tanah Gunung Tugel

PURWOKERTO – Belasan warga Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, yang mengatasnamakan ahli waris pemilik tanah sengketa Gunung Tugel seluas 11 hektare mendesak Kejari Purwokerto untuk menahan dua tersangka yang sudah ditetapkan.

Mereka kemarin sekitar pukul 10.00 mendatangi kantor Kejari Purwokerto dengan menggunakan truk. Begitu tiba di kejaksaan langsung membentangkan sejumlah poster bernada tuntutan dan dukungan pada aparat penegak hukum. Dua tersangka tersebut adalah Eko Tjiptartono (pemilik sertifikat) dan Suharsono (mantan Lurah Karangklesem). Eko ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret lalu dan Suharsono sebulan lalu. Mereka sudah diperiksa, namun sejauh ini belum ditahan.

”Kami datang ke sini (kejaksaan) untuk mendukung penuntasan kasus Gunung Tugel yang sampai sekarang tidak ada kejelasannya,;; kata koordinator warga, Muflikhun, kemarin. Menurutnya, warga mempertanyakan kenapa sampai sekarang jaksa tidak berani menahan dua tersangka yang sudah ditetapkan. Jika dalam beberapa waktu ke depan dua tersangka tersebut tidak ditahan, warga mengancam akan datang dalam jumlah besar.

Menurutnya, ahli waris sampai saat ini tetap berharap kasus tersebut segera diselesaikan karena warga berharap tanah tersebut bisa dikelola kembali. Sejauh ini tanah seluas 11 ha masih diklaim milik Eko Tjiptartono.

”Kekhawatiran warga, sekarang ini ada pilpres dan sebentar lagi puasa, nanti kasusnya tenggelam,” tandasnya di depan Kasi Intelijen Abdul Rasyid dan Anton Sutrisno, salah satu penyidik kasus Gunung Tugel di depan gedung Kejari yang menemui mereka. Salah satu ahli waris, Noto Raharjo, mengungkapkan sudah lebih dari 38 tahun ahli waris diombang-ambingkan kasus yang melibatkan Eko Rjiptartono dan Suharsono.

”Pak jaksa saya mohon kasus Gunung Tugel segera diselesaikan, yang bersalah segera diadili. Warga jangan dibuat bingung dan digantung seperti ini,” katanya. Abdul Rasyid menyatakan, kasus tersebut tetap dilanjutkan dan tidak akan dihentikan. Penyidik Pidsus masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan menunggu hasil perhitungan potensi kerugian negara.

”Penanganan kasus korupsi tidak bisa secepat itu dan sekarang pemeriksaan masih jalan terus. Kasus itu juga tidak akan dihentikan dan tidak ada sangkut pautnya dengan pilpres dan puasa,” jelasnya. Anton menjelaskan, penanganan kasus penjualan tanah Gunung Tugel dibagi dalam berkas antara Suryanto (mantan kepala BPMPP yang sudah divonis lebih dulu) dengan Eko Tjiptartono dengan berkas Eko Tijptartono dengan Suharsono.

Kuasa hukum warga, Untung Waryono, mengatakan alasan jaksa belum berani menahan dua tersangka tersebut dinilai aneh dan janggal. Pasalnya, jika alasannya masih menunggu hasil penghitungan kerugian, mestinya bisa mengacu pada berkas perkara Suryanto yang sudah ditangani lebih dulu.(G22-17,88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/20/264959

29 Juni 2014 - Posted by | BANYUMAS - PURWOKERTO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: