KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Buron 6 Tahun, Adelin Lis Tak Tersentuh


KORAN ORBIT.COM – Kamis, 27 JUni 2014

Medan-ORBIT: Adelin Lis (lahir di Medan, 15 Agustus 1967), adalah Direktur Keuangan/Umum PT KNDI (Keang Nam Development Indonesia) dan Direktur Utama di PT Rimba Mujur Mahkota, suatu perusahaan perkebunan, hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

Ia (Adelin Lis) melarikan diri dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjunggusta Medan pada 5 Januari 2007, setelah Pengadilan Negeri (PN) Medan membebaskannya dari hukuman. Ini terkait perkara tindak pidana korupsi dalam kasus perambahan hutan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kejaksaan mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan PN Medan.

Dalam Majelis Kasasi Mahkamah Agung diketuai Bagir Manan pada 31 Juli 2008, memvonis Adelin Lis dengan hukuman 10 tahun penjara, membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Majelis hakim kasasi juga memutuskan Adelin untuk membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan US$ 2,938 juta. Jika tidak membayar uang pengganti kerugian negara, maka hukuman Adelin akan ditambah lima tahun penjara. Adelin Lis terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus perambahan hutan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Enam tahun sudah berlalu setelah vonis hukuman 10 tahun penjara kepada Adelin Lis yang dijatuhkan Mahkamah Agung. Namun sampai sekarang belum diketahui rimbanya. Statusnya tetap sama sejak 2 tahun lalu dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu), Muhammad Yusni SH, seusai press gathering dalam rangka hari Bhakti Adhyaksa ke- 54 di gedung Kejati Sumut mengatakan, sampai saat ini pihaknya bersama dengan pihak Kepolisian RI, Interpol, Kejaksaan Agung dan yang lainnya masih belum mengetahui keberadaannya.

“Itu timnya ada dari kepolisian, interpol, kejagung. Kita masih terus upayakan mencarinya,” katanya kepada wartawan, Jumat (27/6).

Dia menjelaskan, dalam upaya menelusuri keberadaannya, pihaknya mengumpulkan informasi-informasi yang mana selanjutnya akan disampaikan ke Jakarta untuk membantu menambah masukan-masukan kepada tim pencari.

“Ya, kalo ada informasi terbaru akan kita sampaikan, itu untuk menambah masukan-masukan kepada tim pencari, yang pasti kita masih menguapayakan,” katanya.

Dia menambahkan, terkait usulan pencekalan, menurut Yusni, hal tersebut tidak dapat dilakukan mengingat, sampai saat ini Adelin Lis tak diketahi keberadaannya. Pasalnya, pencekalan hanya dapat dilakukan jika orangnya ada, misalnya tidak boleh ke luar negeri.

“Kalo pencekalan tidak bisa, prinsipnya di sini kami terus menelusurinya,”.  katanya.

Sebagaimana diketahui,Sebagaimana diketahui, Mahkamah Agung (MA) memvonis  Adelin Lis dengan hukuman 10 tahun penjara. Putusan tersebut sekaligus membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan No 2240 Bid B tahun 2007 karena Direktur Keuangan PT KNDI terbukti telah terbukti melanggar pasal 2 UU No 31/1999 jo UU 21/2001 tentang Tipikor.

Dalam dakwaan primer kedua, Adelin dijerat pasal 50 jo 78 UU No 41/1999 tentang Kehutanan yang membebaskan Adelin Lis dari semua tuntutan jaksa penuntut umum pada 1 Agustus 2008.

Selain hukuman penjara, MA juga menjatuhkan denda kepada konglomerat asal Medan itu Rp1 miliar subsider enam bulan dan uang pengganti sebesar Rp 119,8 miliar dan 2,938 juta dolar AS.

Putusan kasasi MA ini sama dengan tuntutan empat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejatisu, Harli Siregar SH, Tomo Sitepu SH, Agus SH dan Halila NAsution SH. Mereka menuntut Adelin Lis penjara 10 tahun, dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Sumatra Utara, Kusnadi Oldani mengatakan,  lamanya penangkapan Adelin Lis sebagai buronan kelas kakap merupakan bukti lemahnya kinerja penegak hukum. Apalagi, kasus tersebut merupakan kasus besar yang menjadi sorotan internasional.

“Ini sudah terlalu lama, bisa jadi ada faktor kesengajaan, karena ini kasus besar,” katanya.

Dia menambahkan, jika memang penegak hukum kesulitan dan terlalu lama menangkap Adelin Lis dan ada kemungkinan sudah lari ke luar negeri. Seharusnya statusnya ditingkatkann menjadi buronan internasional. Negara, kata dia, harus menggunakan kekuatannya untuk meminta kerjasama dengan negara-negara lain untuk membantu menangkap buronan yang sudah merusak hutan di Indonesia.

“Harus ditingkatkan jadi buronan internasional, jadi tidak hanya kita saja yang mencari, tetapi karena dia jadi buronan interpol, maka negara lain juga akan mencarinya,” ungkapnya.

Sumber : http://www.harianorbit.com/buron-6-tahun-adelin-lis-tak-tersentuh/

Iklan

29 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: