KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Aktivis Gelar Tenda Keprihatinan di Kejaksaan


SUARA MERDEKA – Rabu, 11 Juni 2014

  • Desak Pengusutan Dana Kunker

KUDUS – Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), Selasa (10/6) menggelar aksi keprihatinan di depan kantor Kejaksaan Negeri Kudus terkait pengusutan dana kunjungan kerja (Kunker) wakil rakyat. Selain berorasi serta aksi teaterikal, mereka juga memasang tenda lengkap dengan sejumlah spanduk. Meski hanya dilakukan oleh enam orang, kegiatan tersebut mendapat pengawalan ketat puluhan personel Polres Kudus.

Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, aktivis yang menggelar aksi unjuk rasa tersebut, merupakan gabungan dari LSM Horisona, Getrak dan Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku). Menurut salah seorang pedemo, pihaknya sudah tiga kali menggelar kegiatan tersebut. Pihaknya berharap, aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjutinya.

‘’Setidaknya ada pemanggilan saksi-saksi,’’ ujarnya.

Kegiatan kunker, lokakarya dan konsultasi yang dilakukan anggota DPRD Kudus dinilai tidak rasional. Alasannya, intensitas kegiatan bertepatan dengan akhir masa jabatan para wakil rakyat tersebut. Seperti diketahui, wakil rakyat periode 2009 – 2014 akan berakhir pada 21 Agustus mendatang.

Sembunyi

Ketua LSM Horisona, Nur Wahid menyatakan kegiatan anggota DPRD Kudus lebih sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari protes dan kecaman publik. Ironisnya, laporan hasil kegiatan terkesan dirahasiakan guna menghindari penilaian masyarakat. Pihaknya menilai objek yang dijadikan tempat untuk kunker, lokakarya serta konsultasi sering tidak berkualitas bahkan mengada-ada.

‘’Kami menduga kegiatan kunker, lokakarya dan konsultasi dijadikan modus menguras uang rakyat,’’ jelasnya.

Mengenai alasan kegiatan tersebut telah dijadwalkan dan dianggarkan hanya dijadikan legalitas, meskipun tidak memiliki korelasi dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Satu hal yang pasti, manfaat dari kegiatan itu benar-benar dipertanyakan.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Adi HW, ketika dimintai konfirmasi menyatakan pihaknya tidak mempunyai kompetensi untuk menjelaskan. Kajari dan beberapa jaksa tindak pidana khusus saat itu sedang berkegiatan di Pati.  (H8-88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/11/264055

29 Juni 2014 - Posted by | KUDUS

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: