KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

28 Koruptor di Jateng Buron


SUARA MERDEKAcom – Sabtu, 28 Juni 2014

  • KP2KKN Anggap Kejaksaan Setengah Hati

SEMARANG – Sampai saat ini ada 28 orang terpidana korupsi yang belum dieksekusi. Mereka masih melenggang bebas, belum terjamah hotel prodeo.

Lembaga pegiat antikorupsi, Komite Penyelidikan Pemberantasan Korpsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) Jateng mendesak kejaksaan segera mengeksekusi mereka. ’’Kenapa bisa buron. Ini menjadi pertanyaan kami. Ada apa dengan kejaksaan,’’ kata Eko Haryanto dari KP2KKN, kemarin. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menyatakan, pihaknya masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

Yakni masih banyaknya terpidana korupsi yang belum dieksekusi. ’’Selama delapan bulan saya bertugas di sini (Kejati Jateng), yang belum dieksekusi ada 28 orang. Yang belum masih banyak karena jumlahnya dari waktu ke waktu terus bertambah,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, eksekusi terpidana korupsi ini menjadi ranah dari Kejaksaan Negeri (Kejari) di Jateng. Berdasarkan catatan Kejati, terpidana yang belum dieksekusi ini ada di 16 Kejari. Disebutkannya di Kejari Semarang saja ada empat terpidana korupsi yang buron.

Disusul Kejari Ambarawa ada empat orang, Surakarta (satu), Boyolali (satu), Magelang (satu), Purworejo (satu), Klaten (satu), Pati (dua), Cilacap (dua), Purwodadi (dua), Jepara (satu), Rembang (satu), Banjarnegara (satu), Purwokerto (satu), dan Kebumen (dua).

Babul menegaskan, mereka ada yang belum dieksekusi tidak hanya buron, melainkan juga karena mengalami gangguan jiwa dan sakit stroke. ’’Terpidana di Tegal ada tiga, yang satu sakit jiwa. Di Surakarta, ada satu terpidana belum dieksekusi karena menderita penyakit stroke,’’ kata dia tanpa menyebutkan identitas koruptor itu.

Setengah Hati

Dari informasi yang didapatkan, terpidana yang kini buron di antaranya Rustamaji (korupsi Nyatnyono, Kabupaten Semarang), Arif Nurdin (korupsi buku ajar, Banjarnegara), Yanuelva Etliana (korupsi kredit fiktif Bank Jateng, Kota Semarang). Eko menegaskan, tanpa ada keinginan yang kuat dari kejaksaan upaya eksekusi itu tidak akan tercapai. ’’Saya melihat kejaksaan masih setengah- setengah untuk menangkap kembali koruptor.

Setiap bulan sama sekali tidak ada perkembangannya,’’ ucapnya. Babul menegaskan, selain 28 koruptor yang masih bebas itu, pihaknya telah berhasil mengeksekusi 20 orang lainnya.

’’Selama saya menjabat, daftar pencarian orang (DPO) yang berhasil kami eksekusi ada 20 orang, itu termasuk mantan bupati Semarang Bambang Guritno dan mantan bupati Demak Endang Setyaningdyah,’’ jelasnya. Di sisi lain, Kejati kini juga masih menangani beberapa perkara korupsi. Adapun, 17 perkara tahapannya masih proses penyelidikan, 13 penyidikan, satu perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), 22 penuntutan, serta Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kepolisian sebanyak 13 berkas. (J17,J14-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/28/265820

28 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL, KP2KKN DALAM BERITA, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: