KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

PDAM Diduga Ajukan Kredit Fiktif Rp30 Miliar


Kantor Mandiri Syariah Jalan Iskandar Muda No 58. Foto|Jamalum Berutu

 

Medan-ORBIT: Penanganan dugaan korupsi Koperasi PDAM Tirtanadi oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan kian meruncing. Perusahaan plat merah itu rupanya sudah melakukan praktik kredit fiktif serupa, sejak tahun 2010 silam. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Iskandar Muda (Ismud) Medan sebagai penyalur kredit sudah mengucurkan pinjaman, hingga mencapai Rp30 miliar.

Hal itu terungkap saat penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Medan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Cabang Pembantu BSM Iskandar Muda, Asniari Siregar, Asisten Marketing Officer, Yuda Sucahwo dan Bayu Yoga Wardana, Rabu (25/6).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan, Jufri Nasution SH, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (25/6) mengatakan, Koperasi PDAM Tirtanadi sudah mengajukan kredit sejak tahun 2010 atas nama 408 orang karyawan di perusahaan itu.

Pemberian kredit itu, ungkap Jufri dilakukan dalam dua akad kredit dan dikucurkan dalam beberapa termin. Termin pertama yakni pada 27 Oktober 2010, BSM mengucurkan pinjaman sebesar Rp9 miliar. Dan sisanya masing-masing, Rp10 miliar, Rp10 miliar dan terakhir Rp1 miliar.

Hanya saja lanjut Jufri, muncul keanehan karena sesuai ketentuan, seharusnya jika memang itu kredit untuk karyawan, namun mengapa uang yang diterima dari BSM masuk ke rekening Koperasi PDAM Tirtanadi.

“Yang harusnya bisa memutuskan karyawan bisa menerima kredit itu adalah Bendahara PDAM, bukan pihak koperasi. Hanya bendahara yang tahu berapa besaran gaji masing-masing karyawannya. Dan apakah bisa dilakukan pemotongan jika mengajukan kredit,” ungkap mantan Kepala Seksi Penyidik (Kasidik) Kejati Sumut itu.

Keanehan lainnya tambah Jufri, sesuai ketentuan kredit yang ada, jika pemohon mengajukan kredit hanya Rp50 juta, karyawan bisa bernaung dengan tempatnya bekerja, namun jika di atas Rp100 juta harus dilakukan secara personal ke pihak bank.

“Inilah yang sangat aneh itu, mengapa BSM bisa mencairkan pinjaman Rp100 juta langsung ke rekening Koperasi PDAM Tirtanadi, bukan ke rekening pribadi karyawan. Dengan data seadanya pihak bank juga dengan sangat mudah mencairkan seluruh pinjaman itu,” jelasnya.

Pinjaman ke Bank CIMB

Dari pemeriksaan itu juga kata Jufri, pihak Koperasi PDAM Tirtanadi memalsukan nama beserta Nomor Induk Pegawai (NIP) yang seolah-olah tercatat sebagai pegawai di perusahaan plat merah itu.

“Kita temukan juga ada NIP palsu yang dibuat-buat oleh PDAM untuk bisa mendapatkan kredit tersebut. Fakta lainnya juga, ada nama karyawan yang masih memiliki kredit di BSM bisa kembali mengajukan pinjaman kembali ke bank tersebut,” kata Jufri.

Menunggak Kredit Rp19 M

Dari keterangan saksi itu juga, terungkap Koperasi PDAM Tirtanadi melakukan pinjaman ke Bank CIMB Niaga di tahun 2012. Hanya saja, Jufri mengaku belum mendapatkan angka pinjaman ke bank swasta itu.

Untuk itu lanjut Jufri, saat ini pihaknya masih terus mendalami bagaimana sebenarnya mekanisme kredit yang dilakukan oleh BSM terhadap Koperasi PDAM Tirtanadi dan melakukan kroscek kepada karyawan yang memang benar-benar melakukan pinjaman ke bank.

“Ya tentu akan kita periksa karyawan yang benar-benar mengajukan pinjaman. Kalau mereka memang tidak pinjam tentu mereka (karyawan-red) pasti akan marah jika dipotong. Nah, saat ini kita juga dalami kemana sebenarnya aliran dana kredit tersebut,” ungkap dia.

Dikatakan Jufri, pihaknya meyakini ada indikasi permainan pihak bank dengan Koperasi PDAM Tirtanadi sehingga kredit itu bisa berjalan mulus tanpa halangan.

“Bukan hanya pihak BSM, akan kita dalami juga apakah uang itu masuk ke Direksi-direksi atau tidak,” tegasnya seraya menyebut saat ini Koperasi PDAM masih menunggak kredit senilai kurang lebih Rp19 miliar.

Tempat terpisah, pantauan Harian Orbit, Rabu (25/6) aktivitas di Bank Syariah Medan terlihat sepi. Saat dikonfirmasi kepada petugas Bank Syariah jalan Iskandar Muda, salah seorang pegawai Iman Wahyudi mengatakan mulai dari pimpinan, hingga anggota bank tidak bisa ditemui. Or-09/Om-Jam

Sumber : http://www.harianorbit.com/pdam-diduga-ajukan-kredit-fiktif-rp30-miliar/

27 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: