KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Ipepma & Mimpi Demo PTPN4


Massa Ipepma dan Mimpi di Kantor PTPN4 Jalan Letjend Suprapto. Foto|Jhonson

Medan-ORBIT: Dugaan korupsi di Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara 4 (PTPN4) berujung demo massa. Sejumlah elemen rakyat mendatangi kantor perusahaan BUMN yang beralamat di Jalan Letjend Suprapto Medan itu Kamis (26/6).

 

Elemen masyarakat mengatasnamakan Ikatan Pemuda dan Pelajar (IPEPMA) dan Majelis Ikatan Mahasiswa Perubahan Indonesia (MIMPI) menggeruduk Kantor PTPN4 Jalan Letjend Suprapto, Medan mengaku merasa kecewa dengan Kementerian BUMN yang terkesan acuh dengan kinerja Pimpinan PTPN4.

 

Mereka menduga perusahaan plat merah di bawah Kementerian BUMN itu menjadi sarang korupsi orang-orang berdasi. Mereka juga menolak atas pimpinan Dirut Erwin Nasution di PTPN4. Kordinator Aksi, Ruzzan Daulay menyebutkan Kementerian BUMN yang terkesan acuh dengan kinerja Pimpinan PTPN4.

 

“PTPN4 disinyalir banyak menyimpan koruptor yang hingga kini tidak dapat diberantas. Ini harus diperhatikan Kementerian BUMN yang membawahi langsung PTPN4,” kata Ruzzan.

 

Di bagian lain, massa juga menuding Dirut PTPN4 Erwin Nasution tak peduli dengan perkembangangan perkebunan yang ada di Labuhanbatu.

 

Indikasinya, tidak diurusnya limbah pabrik di Lahan HGU PTPN4 Panai Jaya yang sudah selesai sejak 2008 lalu. “Dirut terkesan tutup mata dengan permasalahan ini dan menganggap ia tidak dapat digugat oleh siapapun. Ada apa dengan semua ini,” tegasnya.

 

Untuk itu, Ruzzan meminta kepada Kapolda Sumut, Kejati Sumut dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan menuntaskan pemasalahan yang terjadi di PTPN4.

 

“Kami juga meminta Kementerian BUMN mencopot Erwin Nasution dari jabatannya. Kami juga minta segera ditutup pabrik PTPN4 di Ajamu Labuhanbatu,” katanya.

 

Pantauan Harian Orbit di Kantor PTPN4, tak satu orang pun petinggi PTPN4 yang menyikapi aspirasi tersebut.  

 

Sebelumnya di KPK

 

April 2013 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Format RI juga telah menggelar aksi di halaman gedung KPK di Jakarta. Aksi sekaligus melaporkan dugaan penyimpangan di PTPN4 itu dipimpin langsung Ketua Format RI, Muniruddin Ritonga.

 

Mereka melaporkan dugaan korupsi penggunaan anggaran pembangunan perkebunan PTPN4 senilai Rp298 miliar ke KPK serta Kementrian BUMN.

 

Namun Humas PTPN4 Syahrul Siregar waktu itu kepada Harian Orbit membantah dana sebesar Rp298 miliar kredit antara Bank Mandiri dengan PTPN4.

 

Menurut dia, dalam realisasi pembangunannya, PTPN 4 telah lebih dahulu menggunakan dana sendiri sebesar lebih kurang Rp110, 8 miliar untuk areal seluas 3.069,55 hektar.

 

Dikatakannya penarikan kredit baru dilaksanakan sebesar Rp57,4 miliar. Sehingga masih ada biaya pre financing (biaya PTPN4) sebesar 53,4 miliar yang belum ditarik dari Bank Mandiri.

 

Saat dikonfirmasi kepada Kabag Humas PTPN4 Syahrul Siregar via seluler Kamis malam (26/6) mengatakan, penerbitan izin HGU di Panai Jaya sedang dalam proses di instansi yang terkait.

 

“Jika disebutkan HGU PTPN4 Panai Jaya telah habis HGU-nya dan tidak memperpanjangnya, itu adalah tidak benar,”kata Syahrul.

 

Tambahnya, awalnya PTPN4 Kebun Panai Jaya Labuhanbatu pada tahun 2005 mendapat izin lokasi dari Bupati Labuhanbatu seluas 4.065 hektar. Lokasi seluruhnya di Kabupaten Labuhanbatu.

 

Dalam perjalalan sesuai keputusan izin lokasi dilaksanakan gantirugi kepada masyarakat yang berasal dari Labuhanbatu.

 

“Bahwa tuduhan PTPN4 terlibat kasus dugaan korupsi terkait HGU kebun Panai Jaya dan mati HGUnya, tidak berdasar sama sekali,” terangnya lagi.

 

Namun Syahrul Siregar tidak berkomentar terkait tudingan demonstran yang menyebutkan PTPN4 sarang korupsi di tubuh perusahaan BUMN tersebut. Om-16/Om-07

Sumber : http://www.harianorbit.com/ipepma-mimpi-demo-ptpn4/

Iklan

27 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: