KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Penyaluran DAK Rp 12 Miliar di Kendal Molor


METRO SEMARANG.COM – Senin,23 Juni 2014

 
KENDAL – Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk SMA sederajat tahun 2013 belum seluruhnya tersalurkan. Nilainya pun cukup besar, yakni Rp 12 miliar. Padahal, dana tersebut sedianya digunakan untuk pengadaan barang dan jasa serta pembangunan sekolah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kendal berdalih, mandeknya penyaluran DAK tersebut lantaran belum ada petunjuk teknis (juknis) penggunaan DAK dari pusat. “Sebenarnya, DAK sudah cair, tapi belum bisa kami salurkan sesuai peruntukkannya karena belum ada juknisnya,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kendal, Sri Bagus, Minggu (22/6).

Dia menjelaskan, juknis penggunaan DAK 2013 baru turun sekitar bulan Agustus. Sementara proses pengerjaan, mulai dari pembentukan panitia, proses lelang dan pembuatan Detil Engineering Design (DED) belum tergarap. “Proses-proses tersebut setidaknya memakan waktu paling cepat tiga bulan, atau selesai bulan oktober. Sehingga hanya tersisa dua bulan yakni November dan Desember. Waktu tersebut, untuk proyek pembangunan sangat minim. Jadi kami tidak mau bersiko,” tambahnya.

Sementara untuk 2014 ini, DAK yang dikucurkan ada sebesar Rp 14,7 miliar. Bagus membeber, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pengadaan buku kurikulum semester dua, buku referensi perpustakaan dan alat-alat laboratorium. Selain itu, juga digunakan untuk pembangunan ruang belajar, ruang kelas baru , ruang perpustkaan, ruang laboratorium dan ruang praktik bagi sekolah SMK. “Pengadaan buku kurikulum, kami mengacu dari pusat. Yakni buku sudah disediakan dari pusat. Kami tinggal belanja saja,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, aktivis anti korupsi KP2KKN Jateng Eko Haryanto meminta agar penyaluran DAK diawasi sedini mungkin. Sebab akan rawan untuk diselewengkan disejumlah daerah sudah banyak terjadi. Berdasarkan pemantauannya di KP2KKN, penyimpangan DAK terjadi di Dinas Pedidikan seluruh Jateng. Seperti Banjarnegara, Batang, Brebes, Blora, Demak, Mungkid, Kebumen. Modus yang biasa dilakukan adalah, pemotongan dari oknum Disdik kepada sekolah-sekolah penerima DAK, penggelembungan harga dan pengaturan tender dalam proses lelang.

“Apalagi Disdik Kendal ini sudah juga sudah tercoreng dengan kasus penyelewengan DAK 2012 penagdaan alat peraga. Kerugiannya mencapai Rp 6,2 miliar. Saat ini kasusnya meski belum ada kejelasan tapi masih ditangani oleh Polda Jateng karena sudah ada tersangkanya,” bebernya.

Ia meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Jateng agar melakukan audit terhadap penggunaan DAK 2013 di Kendal. Sebab dengan tidak tersalurkan Rp 12 miliar kemungkinannya terjadi penyelewengan. (MS-05)

Sumber : http://www.metrosemarang.com/2014/06/23/4529/

26 Juni 2014 - Posted by | KENDAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: