KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

“Orang Kedua” Akhirnya Berkuasa


KORAN SINDO – Senin, 17 Februari 2014

SEMARANG– Sederet bupati/wali kota yang sekarang memimpin beberapa daerah di Jawa Tengah ternyata dulunya merupakan “orang kedua” atau wakil bupati/wakil wali kota. Sidang korupsi Bupati Rembang M Salim di Pengadilan Tipikor Semarang akan menambah daftar tersebut.

Banyak sebab, para wakil kepala daerah tersebut “naik pangkat” menjadi orang nomor satu. Salah satunya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang telah menetapkan jadwal sidang bagi Bupati Rembang M Salim pada Rabu (19/2) lusa. Babak baru pun bakal terjadi, seiringmasuknya Salimke meja hijau sebagai terdakwa. Salim akan menjalani proses pembuktian dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal untuk PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) tahun anggaran 2006/2007, dengan kerugian negara Rp 4,12 miliar.

Sebagai bupati, jabatan Salim bisa lepas untuk sementara waktu, karena bakal di-non-aktifkan. “Kalau sudah terdakwa memang akan dinonaktifkan,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanggapi kasus M Salim. Dengan nonaktifnya bupati, maka wakilnya akan menjadi pelaksana tugas (Plt) bupati. Selanjutnya, jika Salim divonis bersalah hingga berkekuatan hukum tetap (inkracht), dan masa jabatan masih 18 bulan ke atas, maka plt bupati dapat dilantik sebagai bupati definitif.

Apalagi periode duet kepemimpinan Salim- Abdul Hafiz sedianya baru akan berakhir 2015 mendatang. Alur kepemimpinan di Rembang memungkinkan sama dengan Kota Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi awalnya adalah wakil wali kota. Hendi (panggilan akrab Hendrar Prihadi) secara perlahan memimpin Kota Semarang setelah Soemarmo HS terjerat kasus korupsi APBD pada 2012 silam. Setelah menjadi Plt Wali Kota sejak Juni 2012, maka pada 21 Oktober 2013 lalu Hendi akhirnya menjadi wali kota definitif.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Arif Awaludin tak menampik, jika seorang kepala daerah sedang berhalangan dalam tugas, maka tugasnya bisa diampu oleh wakilnya. Sebab, dalam pemilihan kepala daerah, keduanya diusung dalam satu paket. “Bahkan, kalau sudah ada keputusan hukum yang tetap, wakil bupati bisa menggantikan secara penuh tugas bupati, jika masa jabatan yang diemban lebih dari 18 bulan sebelum masa jabatan habis,” katanya. Dirunut lebih jauh, kasus semacam ini terjadi di banyak daerah. Di Purworejo, Mahsun Zain juga mengawali kepemimpinannya dari status orang kedua.

Mahsun merupakan wakil bupati dari Kelik Sumrahadi untuk memimpin Purworejo 2005–2010. Pada 2008, Kelik diberhentikan karena kasus korupsi. Mahsun pun naik pangkat, mulai Plt hingga ditetapkan sebagai bupati definitif. Maju dalam Pilkada 2010, Mahsun memantapkan lagi posisinya sebagai Bupati Purworejo 2010–2015. Kali ini Mahsun berpasangan dengan Suhar. Sejarah Purworejo berlanjut di Cilacap.

Tatto Suwarto Pamuji yang saat ini menjadi Bupati Cilacap, awalnya juga dari status orang nomor dua, mendampingi Probo Yulastro untuk memimpin Cilacap periode 2007–2012. Di tengah jalan, tepatnya 2009 Probo terjerat kasus korupsi, hingga akhirnya diberhentikan. Tatto pun langsung menyandang status Plt bupati. Selang dua tahun berikutnya, Tatto ditetapkan dan dilantik sebagai bupati definitif. Maju dalam Pilkada9September2012lalu, Tatto kembalimemantapkannya posisinya sebagai Bupati Cilacap 2012– 2017. Kali ini, Tatto berpasangan dengan Akhmad Edi Susanto.

Selain kasus korupsi, naiknya orang kedua tersebut akibat kepala daerah meninggal dunia, berakhir periode kepemimpinannya, hingga naik ke level pemerintahan yang lebih tinggi. Di Kota Solo dan Purbalingga, orang kedua menuju nomor satu, dikarenakan kepala daerahnya memimpin pemerintahan yang lebih tinggi. Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjadi Gubernur DKI Jakarta, sebenarnya bertugas memimpin Kota Solo hingga 2015 mendatang. Tak boleh memimpin dua daerah, periode kepemimpinan Jokowi akhirnya dilanjutkan Wakil Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy).

Selanjutnya Rudy dilantik sebagai wali kota pada 19 Oktober 2012 lalu. Sementara di Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto juga naik secara otomatis menjadi bupati. Jabatan sebelumnya adalah wakil bupati mendampingi Heru Sudjatmoko. Karena Heru terpilih sebagai Wakil Gubernur Jateng 2013–2018, Sukento akan memimpin Purbalingga hingga 27 Juli 2015 mendatang. Heru Sudjatmoko berhasil menjadi Bupati Purbalingga didampingi Sukento setelah memenangi Pilkada 2010.

Sebelumnya, Heru wakil bupati periode 2005– 2010, saat daerah tersebut dipimpin Triyono Budi Sasongko. Lain lagi di Demak. Sebelumnya, pada 3 Mei 2011 pasangan Tafta Zani-M Dachirin dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Demak periode 2011–2016, setelah memenangi Pilkada 6 Maret 2011 silam. Selanjutnya Dachirin menjadi bupati, karena Tafta Zani meninggal dunia pada 17 Maret 2012. Bupati Wonosobo Kholiq Arief juga mengawali perjalanannya dari posisi orang nomor dua.

Menjadi wakil bupati (2000– 2005) mendampingi Trimawan Nugrohadi, Kholiq malah mengalahkan “bos”-nya dalam Pilkada 2005. Berpasangan dengan Muntohar, Kholiq memimpin Wonosobo periode 2005–2010. Gagal menjadi wakil dalam pemilihan gubernur-wakil gubernur 2008, Kholiq terus memantapkan posisinya sebagai Bupati Wonosobo periode 2010–2015. Kali ini Kholiq berpasangan dengan Maya Rosida. Langkah Kholiq diikuti Achmad Husein.

Mantan wakil Bupati Banyumas 2008–2013 itu berhasil mengalahkan Mardjoko yang merupakan atasannya, dalam Pilkada 17 Februari 2013 lalu. Posisi wakil bupati juga pernah dirasakan Ahmad Marzuki di Jepara (2007–2012), Seno Samodro di Boyolali (2005–2010), Agus Fatchurrahman dari Sragen (2006–2011), dan Junaedi di Pemalang (2006–2011). Keempatnya kemudian mampu menjadi orang nomor satu di daerahnya setelah memenangi pilkada yang tidak diikuti pendahulunya. andika prabowo/ eka setiawan/muh slamet

Sumber : http://m.koran-sindo.com/node/367816

Iklan

26 Juni 2014 - Posted by | ARTIKEL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: