KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mantan Direktur PT Wei Ling Dituntut 1,5 Tahun


SUARA MERDEKA.com – Kamis, 26 Juni 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Mantan Direktur PT Wei Ling Semarang Joe Tjie Liang alias Bambang Lianggono (69) dituntut satu tahun enam bulan, dalam sidang kasus dugaan pemalsuan keterangan dalam surat perjanjian sewa-menyewa tanah dan bangunan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (26/6).

Bambang dinilai bersalah melanggar pasal 266 KUHP terkait memasukan keterangan palsu dalam suatu akta otentik junto pasal 374 atas perkara tersebut.

Tuntutan itu dibacakan jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang Betania. “Kami menuntut terdakwa selama satu tahun dan enam bulan,” katanya dalam persidangan yang dipimpin mejelis hakim, Wiwik.

Dalam perkara ini, terdakwa memalsu keterangan dalam suatu akta otentik pada surat perjanjian sewa-menyewa tanah seluas sekitar 1,8 hektare berikut bangunan PT Wei Ling di kawasan industri Wijayakusama blok B nomor 18, Tugu, Mangkang, Semarang.

Perjanjian sewa-menyewa antara PT Wei Ling dan PT Mega Surya Putra itu dibuat dihadapan Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Elly Ninaningsih, Jl Moch Suyudi, Semarang. Tanah dan bangunan itu disewakan terdakwa ke pihak lain senilai Rp 500 juta selama lima tahun.

Sebagaimana diketahui, Bambang ditahan penyidik Polrestabes Semarang pada Jumat (4/4). Kasus ini diusut berdasarkan laporan Yohanes Suwiyarno ke Polrestabes Semarang pada 12 Desember 2013. Dalam hal ini, Yohanes mendapatkan kuasa dari PT Wei Ling dan PT Mega Surya Putra untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Penyidik juga telah menyita barang bukti berupa copy akta perjanjian sewa-menyewa tanah dan bangunan pada 14 Agustus 2010. Sidang kasus pemalsuan keterangan ini berlangsung sekitar 25 menit. Majelis hakim PN Semarang selanjutnya memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa.

Menurut Yohanes, dirinya mendapatkan kuasa dari jajaran direksi PT Wei Ling yang berada di Thiongkok. Diakuinya, Bambang Lianggono kini sudah dipecat dari jabatannya sebagai direktur PT Wei Ling berdasarkan Rapat Umum Pemagang Saham (RUPS) PT Wei Ling yang sudah diaktenotariskan dan mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Terdakwa menggunakan sertifikat tanah dan bangunan terbitan tahun 2004 yang semula dilaporkan hilang dalam perjanjian sewa- menyewa,” katanya di sela-sela persidangan.

Jajaran direksi selanjutnya melaporkan kehilangan sertifikat ke Polrestabes Semarang pada 2006. Setelah dilakukan kepengurusan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Semarang akhirnya menerbitkan sertifikat pengganti pada 2007. Namun, kenyataannya terdakwa menggunakan sertifikat terbitan 2004 dalam perjanjian sewa menyewa tersebut.

( Royce Wijaya / CN39 / SMNetwork )

Sumber : m.suaramerdeka.com/index.php/read/

Iklan

26 Juni 2014 - Posted by | SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: