KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Lagi Korupsi Pengadaan GT 21-22 PLTGU Belawan Disidang


Medan-ORBIT: Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan menolak eksepsi (keberatan) tiga terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan Life Time Extension (LTE) Gas Turbine (GT) 21-22 PLTGU Blok II Belawan, Selasa (24/6).

Ketiga terdakwa yang ditolak eksepsinya tersebut, yakni Direktur Operasional PT Mapna Indonesia, M Bahalwan, mantan Manajer Sektor PT PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (Kitsbu) Belawan, Rodi Cahyawan serta Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia/mantan Direktur Utama PT Nusantara Turbin dan Propolasi, Supra Dekanto.

Dalam amar putusannya, majelis hakim diketuai SB Hutagalung SH menyatakan, menolak seluruh keberatan atau eksepsi ketiga terdakwa terhadap surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Eksepsi terdakwa M Bahalwan, Rodi Cahyawan dan Supra Dekanto tidak beralasan dan ditolak untuk seluruhnya,” kata SB Hutagalung.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap ketiga terdakwa telah memenuhi ketentuan syarat surat dakwaan yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP.

“Keberatan terdakwa maupun melalui penasihat hukumnya dalam eksepsinya ini harus dibuktikan dalam pemeriksaan pokok perkara pada persidangan. Soal keberatan pada surat dakwaan jaksa, dakwaan itu telah memenuhi syarat dalam pemeriksaan para terdakwa. Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan persidangan ketiga terdakwa,” kata hakim.

Sebelumnya, ketiga terdakwa mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa yang menyatakan ketiganya turut serta secara bersama-sama melakukan korupsi pada pengadaan LTE GT 2.1-2.2 PLTGU Blok II Belawan yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun.

Dalam eksepsinya yang disampaikan terdakwa dan pengacaranya masing-masing, para terdakwa menyatakan, JPU terlalu mengada-ada menetapkan kerugian negara tersebut. Dimana kerugian negara lebih besar dari anggaran proyek dalam kontrak.

“Dari mana dasarnya jaksa menetapkan kerugian negara Rp2,3 triliun. Anggarannya saja tidak mencapai segitu. Dakwaan jaksa ini terlalu dipaksakan dan kabur dari pokok perkara,” kata Bob Hasan SH, Kuasa Hukum Bahalwan, dalam eksepsinya, waktu itu.

Dir Ops PT MAPNA Dijerat Pasal TPPU Sekadar diketahui, dalam dakwaan JPU Ingan Malem dan Oki Yudatama sebelumnya, menyatakan ketiga terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan peralatan pada pekerjaan Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine (GT) 2.1 dan GT 2.2 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sektor Belawan.

“Terdakwa merekayasa pekerjaan sehingga tidak sesuai kontrak. Terdakwa memperkaya diri sendiri dan orang lain,” kata jaksa dari Kejari Medan ini.

Diantara rekayasa itu, kata JPU, dalam kontrak disebutkan pekerjaan LTE itu dilakukan Konsorsium Mapna Co. Namun, pembayaran diterima PT Mapna Indonesia yang dipimpin M Bahalwan.

Jaksa menilai perbuatan para terdakwa  telah merugikan negara, dalam hal ini PT PLN Persero, sekitar Rp2.344.777.441.537. Rinciannya, kerugian fisik dalam proyek ini berkisar Rp337,4 miliar ditambah kerugian dalam bentuk energi yang seharusnya menjadi pendapatan PLN sekitar Rp2,007 triliun lebih.

“Jika ditotalkan, maka kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun,” kata jaksa.

Dalam perkara ini, keenam terdakwa dinyatakan telah melanggar Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Namun, khusus untuk Bahalwan, juga dijerat dengan Pasal 5 UU No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Laporan| Muhammad Fahmi

Sumber : http://www.harianorbit.com/lagi-korupsi-pengadaan-gt-21-22-pltgu-belawan-disidang/

Iklan

26 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: