KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dinasti Kekuasaan’ di PTPN 4 Mengemuka


'Dinasti Kekuasaan' di PTPN4 Menyengat

Medan-ORBIT: Pengelolaan PTPN 4 terus dalam sorotan. Beragam persoalan satu persatu terkuak ke permukaan.

Mulai dari mendesaknya pengusutan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) Solar kebutuhan pabrik hingga ‘dinasti kekuasaan’ yang cukup kental di perusahaan plat merah itu.

Belum lagi persoalan pengembangan areal kebun plasma yang mengabaikan hak sekelompok masyarakat di Mandailing Natal (Madina), rusaknya hutan lindung Sumatera Utara bahkan areal kebun melanggar tapal batas hingga meluluhlantakkan hutan lindung terbatas di wilayah hukum Sumatera Barat.

Informasi dihimpun Harian Orbit hingga Selasa (24/6), mencuat kabar, ‘dinasti kekuasaan’ di salah satu perusahaan negara itu kian parah.

Indikasi penentuan pengantin proyek, dugaan monopoli proyek pengadaan solar hingga penyewaan jasa rental mobil yang dibutuhkan PTPN4 menjadi ranahnya keluarga ‘nyonya besar’ petinggi PTPN4.

Sumber Harian Orbit di Kantor Direksi (Kandir) Jl Brigjen Suprapto Medan itu menguak proyek pengadaan solar kebutuhan perusahaan perkebunan itu kini disebut-sebut dikuasai saudara kandung ‘nyonya besar’.

Dikatakan sedikitnya 50 ribu ton solar per tahun untuk menanggulangi operasional 10 pabrik kelapa sawit di wilayah kerja Kandir Medan. “Pengadaan solar ini diduga sarat spekulatif, dan bila aparat hukum menyeledikinya, permainan dalam pengadaan solar yang berpotensi merugikan keuangan negara akan terkuak jelas,” ungkap sumber itu.

Demikian dengan penyewaan jasa mobil rental untuk kelengkapan kerja kebun di wilayah Kandir Medan. “Kabar itu juga cukup santer, sekitar 80 persen  dikelola keluarga ‘nyonya besar’ dan sebagian kecilnya, 20 persen ditangani koperasi karyawan.

Membantah

Terkait dugaan monopoli pengadaan solar dan pengadaan jasa rental armada perusahaan negara itu, pihak PTPN4 membantahnya. Menjawab konfirmasi Harian Orbit, Selasa (24/6) kepada kepala bagian (Kabag) Humas PTPN4 Syahrul di ruang kerjanya menjelaskan penyedia kebutuhan solar di tiap PKS, merupakan mitra perkebunan setempat.

“Biasanya kebutuhan solar setiap PKS mencari mitra sendiri. Rata-rata kebutuhan solar per hari hanya sekira 100 liter,” katanya tanpa menjelaskan siapa-siapa saja mitra yang bekerjasama dengan perusahaan BUMN itu.

Syahrul berdalih, sistem pengadaan solar dan semua kebutuhan di PTPN 4 dilakukan sistem terbuka, tanpa ada unsur KKN.

Disinggung terkait sejumlah besar unit mobil dan armada yang digunakan PTPN 4 dengan rental, diurusi oleh keluarga Dirut, Syahrul juga membantahnya.

“Sampai saat ini, kami tetap menggunakan jasa mitra dan sistemnya terbuka dan transparan tentu selalu mencari yang terbaik, harga bersaing dan sisi kualitas juga terjamin,” jelas Syahrul seraya mengungkapkan alasan pemilihan armada rental menurut Syahrul karena, biaya lebih murah dan lebih efisien.

Dilapor ke KPK

April 2013 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Format RI juga telah menggelar aksi di halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Aksi sekaligus melaporkan dugaan penyimpangan di PTPN4 itu dipimpin langsung Ketua Format RI, Muniruddin Ritonga.

Mereka melaporkan dugaan korupsi penggunaan anggaran pembangunan perkebunan PTPN 4 senilai Rp298 miliar ke KPK serta Kementrian BUMN.

Namun Humas PTPN 4 Syahrul Siregar waktu itu kepada Harian Orbit membantah dana sebesar Rp298 miliar kredit antara Bank Mandiri dengan PTPN 4.

Menurut dia, dalam realisasi pembangunannya, PTPN 4 telah lebih dahulu menggunakan dana sendiri sebesar lebih kurang Rp110, 8 miliar untuk areal seluas 3.069,55 hektar.

Dikatakannya penarikan kredit baru dilaksanakan sebesar Rp57,4 miliar. Sehingga masih ada biaya pre financing (biaya PTPN 4) sebesar 53,4 miliar yang belum ditarik dari Bank Mandiri. Om-07

Sumber : http://www.harianorbit.com/dinasti-kekuasaan-di-ptpn-4-mengemuka/

Iklan

26 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: