KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Diduga Selewengkan Bansos, 50 Anggota Dewan Brebes Dilaporkan ke Kejaksaan


BREBES NEWS.CO – Senin, 12 Mei 2014

BREBESNEWS.CO -Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Kabupaten Brebes,melaporkan 50 anggota DPRD Kabupaten Brebes, periode 2009-2014 atas dugaan tindak pidana korupsi ke Kejaksaan Negeri Brebes.Hal ini terkait dugaan penyelewengan dana aspirasi bantuan sosial (Bansos) dari APBD 2011.akibatnya,diperkirakan negara mengalami kerugian sekitar Rp 4.915.700.000. atau (Empat milyard sembilan ratus lima belas juta tujuh ratus ribu rupiah).

“Nilai kerugian itu didapat berdasarkan estimasi perhitungan perkiraan minimal sebesar 10 persen dari total Rp 49.157.000.000 dana aspirasi bansos melalui APBD murni tahun anggaran 2011 sebesar Rp 38.240.000.000, dan APBD perubahan tahun anggaran 2011 sebesar Rp 10.917.000.000,” ujar Ketua GNPK Jawa Tengah, M. Basri Budi Utomo didampingi Ketua GNPK Kabupaten Brebes, Royani Anwarun. Senin (12/5).

Basri menjelaskan, modus dugaan penyelwengan yang dilakukan oleh seluruh aggota dewan itu, yakni meski pencairan bansos yang diterima lembaga / yayasan sosial masyarakat ke rekening dalam jumlah nominal sesuai proposal pencairan, namun setelah pencairan, penerima bansos menyetor sebesar 20 persen sampai dengan 50 persen dari total dana yang di dapat kepada oknum anggota DPRD Kabupaten Brebes masing-masing sesuai dana aspirasi yang disampaikan.

Kemudian, selain pencairan bansos yang fiktif, dimana obyek dan alamat penerima bansos tidak pernah ada, namun dalam laporan keuangan kas daerah terjadi pencairan anggaran bansos, juga dalam pelaksanaan program proyak (kegiatan) yang menjadi bagian aspirasi anggota dewan, ditemkan adanya permintaan fee/komisi sebesar sekitar 10 persen dari nilai proyek.ke 50 anggota dewan periode 2009-2014 yang dilaporkan terkait kasus dugaan penyelewengan dana bansos ke Kejari itu, ada sebanyak 662 proposal aspirasi dari masyarakat yang disampaikan ke seluruh anggota dewan beserta nilai nominal dana aspirasinya yang telah dicairkan tersebut.

Dari 50 anggota dewan yang memiliki aspirasi dana bansos tahun anggaran 2001 paling tinggi, yakni Ketua DPRD Illia Amin yaitu sebesar Rp 1,25 miliar dari APBD murni tahun anggaran 2011 dan sebesar Rp 1.495.000.000 dari APBD perubahan tahun anggaran 2011. Sementara salah satu dari tiga unsur pimpinan dewan lainnya, seperti Agus Sutrisno mendapatkan aspirasi sebesar Rp 1 miliar dari APBD murni tahun anggaran 2011 dan sebesar Rp 100 juta dari APBD perubahan tahun anggaran 2011.

“Sedangkan untuk anggota dewan lainnya mayoritas mendapatkan jatah aspirasi sebesar Rp 750 juta hingga Rp 1,5 miliar lebih. Itu semuanya berasal dari APBD murni dan APBD perubahan tahun anggaran 2011,” terangnya.

Atas laporan itu, Kepala Kejari Brebes Shirley Sumuwan SH MH, melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Brebes Muhamad. Antoni SH mengatakan, tarimakasih atas peran serta dari masyarakat yang ikut membantu melaporkan dugaan kasus tersebut. Namun demikian, pihaknya baru bisa menerima laporan tersebut untuk ditidaklanjuti kemudian.”Kami terima dulu laporannya, setelah itu baru kami akan ditindak lanjuti laporan ini,” kata Antoni. (HENDRIK)

Sumber : http://brebesnews.co/2014/05/diduga-selewengkan-bansos-50-anggota-dewan-brebes-dilaporkan-ke-kejaksaan/

26 Juni 2014 - Posted by | BREBES

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: