KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Tuntutan Untuk Akil Masuk Akal


SUARA MERDEKA – Rabu, 18 Juni 2014

JAKARTA- Tuntutan hukuman penjara seumur hidup ditambah denda Rp 10 miliar terhadap mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dinilai masuk akal dan berdaya guna. Demikian penilaian pengamat politik dan tatanegara yang Direktur Sigma Indonesia Said Salahudin, kemarin.

“Tuntutan tersebut suatu yang masuk akal dan berdaya guna. Maksud saya dengan adanya tuntutan hukuman seumur hidup itu akan berdaya guna untuk memberikan efek jera untuk pejabat negara, terlebih lagi pejabat negara yang mempunyai kewenangan memutus perkara,” kata Said.

Menurut dia, Akil tidak boleh hanya dipandang sebagai pelaku korupsi tetapi dia juga harus dilihat sebagai seorang Hakim Konstitusi yang seharusnya menjadi contoh dan teladan untuk masyarakat. Apalagi lembaga kekuasaan kehakiman yang dipimpin adalah lembaga penafsir hukum tertinggi. Lebih dari itu perilaku Akil telah menyebabkan merosotnya kepercayaan publik kepada lembaga MK, para pendiri dan penerus telah berhasil membangun MK sebagai lembaga yang berwibawa.

Rasa Keadilan

Dihubungi terpisah Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transaparansi Anggaran (FITRA) Ucok Sky Khadafi mengatakan, tuntutan terhadap Akil selain untuk memberi efek jera juga telah memenuhi rasa keadilan rakyat.

“Ini tuntutan yang menimbulkan efek jera dan sekaligus memenuhi rasa keadilan rakyat. Kita bisa merasakan bagaimana geramnya rakyat melihat pejabat yang duduk di tempat terhormat mendapatkan berbagai tunjangan dan fasilitas, namun ternyata masih juga korup,” kata Ucok. Selain itu tuntutan tersebut sangat layak diberikan kepada mereka yang tergolong melakukan korupsi karena faktor keserakahan. Akil dan beberapa oknum pejabat tinggi negara yang terjerat kasus korupsi dapat digolongkan sebagai pelaku korupsi karena keserakahan.

“Kita tidak boleh menolerir korupsi walaupun kecil-kecilan dan tidak boleh menolerir berbagai ketidaktransparanan dalam penggunaan anggaran publik. Namun kita harus akui kenyataan pelaku korupsi karena keserakahan, jelas lebih dibenci publik, maka harus ada hukuman yang setimpal,” kata dia. Baik Said maupun Ucok berharap majelis hakim dalam putusannya terhadap Akil bisa sesuai dengan tuntutan jaksa. (F4-80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/18/264773

25 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: