KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Penanganan Belum Tuntas


SUARA MERDEKA – Rabu, 18 Juni 2014

  • Enam Kasus Korupsi di Jateng

SEMARANG-Ada enam dari 18 kasus korupsi yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pihak Kejati Jateng, serta Kejari Cilacap, Temanggung, Kendal, Ambarawa, Wonosobo, dan Pemalang.

Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng beserta Kejaksaan Negeri (Kejari) segera menuntaskan perkara yang sampai sekarang penanganan belum selesai.

Banyaknya kasus yang menggantung itu berdasarkan data yang dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) saat audiensi ke Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini. Sekretaris KP2KKN Jateng, Eko Haryanto menegaskan, kejaksaan harus menindaklanjuti perkara yang sudah disampaikan ke Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Widyo Pramono.

Cari Bukti

”Kejati Jateng harus tegas menuntaskan korupsi di wilayahnya. Kejati juga diharapkan bisa menjewer kejari di Jateng agar bisa menuntaskan perkara yang kini tidak jelas,” tandasnya, kemarin. Eko mencontohkan, korupsi pengadaan buku ajar paket Balai Pustaka untuk SD/ MI pada Dinas Pendidikan Pemalang sebesar Rp 11,3 miliar.

Tersangka Agus Sukisno dan Yohanes Soenaryo sampai kini belum disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang. ”Ada dua orang tersangka, satu berkas tersangka di antaranya sudah dinyatakan P21 (lengkap) tapi tidak disidangkan. Ada dugaan ini melibatkan mantan bupati Pemalang M Machroes,” tandasnya.

Eko juga menyoroti korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2009 sebesar Rp 5,6 miliar yang dibagikan 10 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karanganyar. Perkara yang disidik Kejari Karanganyar ini pun tak jelas perkembangannya.

”Ada dua hal kenapa penanganan korupsi berlarut-larut, yakni adanya tekanan politik dan faktor uang. Keduanya menghambat korupsi, padahal jika tak tertangani akan menimbulkan persepsi buruk di masyarakat,” jelasnya. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Jateng, Eko Suwarni mempersilakan laporan ICW ke Kejakgung. Yang pasti kejaksaan sudah bekerja.

Dalam tugasnya juga harus berhati-hati, baik saat mencari bukti atau menetapkan tersangka. ”Mulai mencari bukti hingga menjadikan tersangka harus dilakukan hati-hati. Laporan itu kan asumsi dari luar, yang terpenting kejaksaan sudah kerja,” tandasnya. (J17,J14-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/18/264765

Iklan

25 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL, KP2KKN DALAM BERITA, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: