KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Misi Pemberantasan Korupsi Belum Konkret


SUARA MERDEKA – Jum’at, 06 Juni 2014

JAKARTA – Pasangan calon persiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam visi-misinya menegaskan komitmennya untuk pemberantasan korupsi. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai magnitute tantangan pemberantasan korupsi belum sepenuhnya dielaborasi dan dirumuskan secara utuh dan paripurna. ”Dalam visi dan misi capres, antikoruptif, kolusif, dan nepotistik harus menjadi sikap, perilaku, perspektif yang terinternalisasi dan dirumuskan secara konkret dalam program kerja,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Kamis (5/6).

KPK mewanti-wanti bila ingin menuntaskan pemberantasan korupsi bisa dimulai dari pembenahan birokrasi. ”KPK mengharapkan adanya komitmen yang kuat dari capres dan cawapres untuk melakukan tes integritas dalam proses perekrutan dan promosi di kementerian,” kata Bambang.

Capres-cawapres terpilih harus menutup peluang munculnya kolusi dan nepotisme dalam menjalankan sistem pemerintahan. ”Tidak memberi peluang pada usaha keluarga untuk mengakses dana APBN, menentang setiap upaya pelemahan pemberantasan korupsi dan mewajibkan dibentuknya Unit Pengendalian Gratifikasi,” jelasnya.

Disorot Sementara itu, Transparency International Indonesia (TII) menyoroti isu antikorupsi yang disodorkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Direktur Program TII Ibrahim Zuhdy Fahmi Badoh dan Koordinator Program Democratic Governance Teguh Setiono mengatakan, pihaknya membagi indikator penilaian menjadi 8 kategori, yaitu rumusan masalah korupsi dan agenda sektor serta cakupan sektor pemerintahan, target program antikorupsi, dukungan terhadap KPK, komitmen terhadap keberlanjutan stranas PPK sebagai program ‘makro’ antikorupsi, korupsi di sektor politik, korupsi di sektor perizinan bisnis dan investasi, korupsi di sektor sumber daya alam dan dukungan terhadap inisiatif terkait pemerintahan terbuka. ”Kita melihat dalam konteks perumusan visi-misi lebih baik Jokowi-JK dibanding Prabowo-Hatta. Tidak hanya dari banyaknya halaman tapi memang Jokowi-JK lebih detail,” ujar Fahmi Badoh di kantor TII di Jalan Senayan Bawah No 17, Jakarta Selatan, kemarin.

Fahmi mencontohkan dari rumusan masalah dan daya cakup sektor korupsi dan sektor pemerintahan, pasangan Jokowi-JK mencantumkan problem pokok bangsa, yaitu mengenai kemerosotan kewibaan negara dan melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional. Sementara, pasangan Prabowo- Hatta menitikberatkan pada transformasi bangsa sebagai kelanjutan untuk menyelesaikan agenda reformasi yang belum tuntas dan percepatan pembangunan. (dtc-71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/06/263608

25 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: