KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kunjungan DPR Tak Bermanfaat


SUARA MERDEKA – Rabu, 25 Juni 2014

TAJUK RENCANA

Kunjungan kerja anggota DPR menjelang berakhir masa jabatan ternyata masih terus berlangsung. Anggota Dewan tampaknya mengabaikan berbagai kritik langsung maupun tak langsung, bahwa kunjungan mereka tidak jelas.

Masyarakat menganggap mereka hanya ingin menghabiskan anggaran, memboroskan uang rakyat, atau sekadar pelesiran. Biasanya mereka beralasan melaksanakan program yang sudah disetujui. Namun, kapan akan menerapkan hasil kunker itu? Yang terakhir, kunjungan sejumlah anggota DPR Pusat ke Kudus untuk menyerap aspirasi pabrik rokok kecilmenengah.

Menurut Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kudus, kunjungan itu tak memberi banyak manfaat dan tak akan menyelesaikan persoalan industri hasil tembakau (IHT). Jangankan membebaskan jeratan regulasi pemerintah terhadap IHT yang mematikan, membahas problem IHT saja DPR 2009-2014 tak akan cukup waktu. Terhadap anggota DPR, KSBSI mengungkapkan pesimisme, karena menganggap pemerintah telanjur mengeluarkan banyak regulasi sekaligus kebijakan yang benar-benar tidak menguntungkan.

Regulasi itu akan sangat sulit dipenuhi kalangan pabrik rokok kecil menengah. Dengan masa tugas DPR yang segera berakhir, sikap sinis masyarakat terhadap kunjungan kerja seharusnya menjadi masukan positif bagi anggota Dewan. Bukannya malah diabaikan dan terus berlanjut. Sebelumnya, anggota DPRD Kudus juga mendapat sorotan tajam masyarakat.

Para anggota Dewan ini rajin kunjungan kerja ke berbagai daerah di Jawa maupun luar Jawa menjelang purnatugas. Misalnya, Komisi A dan B ke Medan dan Palembang, Komisi C ke Tuban dan Lamongan, sedangkan Komisi D ke Samarinda dan Balikpapan. Hasil kunjungan dan implementasinya sulit dipertanggungjawabkan. Saking kesalnya, ada warga yang kemudian menyegel gedung DPRD Kudus.

Sampai kapankah perilaku seperti ini dilakukan para anggota DPR/ DPRD? Sebagai wakil rakyat tentu mereka mengemban tugas untuk mendengarkan dan menyalurkan kepentingan masyarakat yang diwakili. Bukan hanya mengurus kepentingan sendiri, meskipun dengan dalih formal sudah disetujui, sudah jadi program, atau studi banding. Faktanya, masyarakat bisa merasakan kunjungan kerja yang dilakukan mepet dengan purnatugas hanya menghabiskan anggaran.

Kita tentu mengharapkan tidak ada lagi anggota DPR/DPRD terpilih yang mencederai perasaan dan kepentingan masyarakat. Kunjungan kerja harus jelas manfaatnya, peran legislasi harus lebih menonjol daripada mengurus alokasi anggaran, atau melobi pemerintah untuk berbagai konsesi. Jangan sampai sidang paripurna hanya diikuti segelintir anggota Dewan, karena anggota sibuk dengan urusan masing-masing. Masyarakat mengharapkan wakilnya yang terpercaya.

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/25/265477

25 Juni 2014 - Posted by | ARTIKEL, KUDUS

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: