KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kisruh Tanaga Honorer K2 Diminta Segera Dituntaskan


SUARA MERDEKA – Selasa, 24 Juni 2014

  • KMKB Kembali Gelar Demo

KUDUS – Kisruh pegawai kategori dua (K2) di Kota Keretek diminta dihentikan secara tuntas. Pihak yang terbukti mengaburkan atau memalsu data pegawai K2 diminta ditindak tegas.

Hal tersebut disampaikan Koordinator K2, Saifudin, kepada Suara Merdeka, Senin (23/6). Hingga kini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (Men PAN RB) dan BKN belum juga mengambil langkah konkrit dalam menyelesaikan kisruh honorer K2 di Kudus.
‘’Padahal segala fakta terkait karut marut K2 di Kudus telah disampaikan kepada kedua institusi negara tersebut,’’ jelasnya.

Terpisah, juru bicara Konsorsium Masyarakat untuk Kudus Bersih (KMKB), Slamet Machmudi bersama Honorer K2 “Asli” bertekad akan terus menyuarakan perjuangan demi tegakkan aturan dan keadilan.

Karut marut pegawai K2 tidak hanya persoalan terampasnya hak honorer K2 “Asli” oleh K2 siluman.
‘’Perlu juga ditelusuri kejahatan birokrasi dan dugaan transaksi suap,’’ tandasnya.
KMKB tidak akan surut dan melupakan persoalan K2 hingga terselesaikan secara tuntas.
Meskipun telah ditemukan pemalsuan data honorer K2, namun faktanya para pelaku hingga kini tidak mendapatkan sanksi apapun.

Pembenaran

Dia menyesalkan pandangan pihak terkait yang melihat manipulasi data honorer K2 sebagai hal yang biasa, lumrah dan wajar.
Bahkan mencari alasan pembenaran sebagai upaya membantu semua honorer di Kudus agar terekrut dalam formasi CPNS lewat jalur K2. Tidak peduli  walaupun dengan cara mensiasati regulasi dan memanipulasi data.

‘’Terkesan “mulia” namun dilakukan dengan “jalan kejahatan” dan merampas hak honorer K2 “Asli”,’’ imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, KMKB menggelar aksi mendirikan “tenda perlawanan” sebagai upaya mengingatkan masyarakat Kudus tentang kasus K2 yang belum selesai.

Tidak adanya penyelesaian diduga karena adanya keterlibatan oknum pejabat dan politisi partai. Pihaknya menduga para pemalsu data masih melakukan pekerjaan sebagai pendidik atau guru. ‘’Hal tersebut harus dituntaskan,’’ imbuhnya. (H8-45)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/24/265307

Iklan

25 Juni 2014 - Posted by | KUDUS

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: