KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Bos Cipaganti Gelapkan Rp 3,2 T


SUARA MERDEKA – Rabu, 25 Juni 2014

Bos Cipaganti Gelapkan Rp 3,2 T

  • Tak Miliki Izin Investasi

image
SM/rep cipaganti.codesignic.com KANTOR CIPAGANTI : Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada di Jl Gatot Subroto Bandung. Andianto Setiabudi (inzet).(58)

JAKARTA- Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menyatakan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada tidak mempunyai izin untuk melakukan kegiatan investasi.

Pemerintah kini masih mempelajari kasus yang membelit tiga petinggi Cipaganti Group tersebut. “Izin mereka nggak ada untuk investasi,” jelas Syarif di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (24/6).

Dia mengatakan, pengawasan usaha koperasi itu seharusnya menjadi kewenangan daerah, yaitu Jawa Barat. Dalam kasus tersebut tiga orang ditahan aparat Polda Jabar. Mereka adalah Dirut Andianto Setiabudi, Komisaris Utama Djulia Sri Rejeki, dan Komisaris Yulinda Tjendrawati. Bos Cipaganti itu diduga terlibat kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi milik 8.700 mitra.

Nilai kerugiannya ditaksir mencapai Rp 3,2 triliun. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar AKBPMurjoko Budoyono mengatakan, Andianto yang juga orang nomor satu di perusahaan Cipaganti Group (CG) tersebut ditahan atas sangkaan Pasal 372 perihal penipuan dan Pasal 378 KUHPmengenai penggelapan jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul mengatakan, ketiga orang yang ditahan itu memiliki hubungan kekerabatan. “Jadi, Andianto itu sebagai ketua, Djulia (kakaknya) sebagai wakil ketua, dan Yulinda (istrinya) sebagai bendahara di koperasinya itu,” katanya. Menurut Martinus, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya. “Untuk tersangka lain masih kami dalami,” ujarnya.

Polisi masih minta keterangan enam pelapor yang merupakan mitra kerja atau anggota koperasi. Sementara pihak Cipaganti Group membenarkan direksi dan komisaris perusahaan tersebut ditahan Polda Jabar terkait kasus dugaan penipuan investasi. Corporate Secretary Cipaganti Group, Toto Moeljono mengatakan, namun kapasitas mereka sebagai pengurus koperasi. “Masalahnya di koperasi tapi terkait dengan Cipaganti Group karena ketiganya menduduki posisi sebagai dirut, komisaris utama, dan komisaris,” tandasnya.

Menurut dia, pihaknya tak mau mengurusi persoalan koperasi karena secara kelembagaan berbeda, terlebih kasus itu tengah dalam penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). CG lebih fokus terhadap upaya menjaga kinerja perseroan. Sedikit banyak, kata dia, kasus tersebut telah memberikan dampak, sekali pun bisnis perusahaan, seperti transportasi darat dan penyewaan alat berat tak terpengaruh.

Di sisi lain, dia tak menampik harga saham CG di lantai bursa mengalami penurunan. Tapi Toto mengingatkan, kepemilikan saham koperasi atas CG tidak signifikan 4,4 persen dari total 3,6 miliar lembar saham atau setara 160 juta lembar saham. “Kami sudah menyiapkan beberapa hal agar operasional tak ada hambatan agar fungsi dirut dan pengawasan tetap bisa dijalankan. Posisi yang kosong bisa diisi melalui mekanisme RUPSLB,” jelasnya.

Lalu bagaimana cara Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada itu menarik nasabah? Koperasi Cipaganti itu berdiri sejak 2002 bersamaan dengan berdirinya perusahaan Cipaganti yang bergerak di bidang transportasi. Sejak berdiri, Cipaganti yang dikenal sebagai perusahan rental kendaraan membuka kerja sama dengan para investor.

Caranya dengan menitipkan kendaraan. Pemilik kendaraan akan mendapat bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak Cipaganti yang akan mengoperasikan kendaraan tersebut. Namun seiring perkembangan perusahaan, pola kerja sama dengan penitipan kendaraan ini dinilai tidak lagi efektif. Sejak 2007, Koperasi Cipaganti mulai melakukan pola kerja sama kemitraan dalam bentuk uang.

Minimal uang yang disetor Rp 100 juta dengan pembagian keuntungan sekitar 1,5% per bulan tergantung lamanya jangka waktu kerja sama. Hal itu berarti ada keuntungan 18% per tahun. Semakin lama jangka waktu menyimpan uang, maka semakin besar pula imbal hasil yang diberikan tiap bulan. Pola kerja sama dalam bentuk uang ini rupanya diminati masyarakat. Hal itu terbukti dari pesatnya perkembangan entitas Cipaganti.

Selain perusahaan transportasi, Cipaganti telah merambah ke bisnis properti, pertambangan, perhotelan, dan sebagainya. Untuk meyakinkan masyarakat, Sekretaris Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada Cece Kadarisman, tahun lalu, menyatakan Koperasi Cipaganti bukan tempat investasi bodong yang akan merugikan masyarakat. “Koperasi Cipaganti sudah bertemu dengan instansi terkait dan dinyatakan clear and clear,” kata Cece kala itu.

Berkedok Investasi

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan berkedok investasi. ‘’Masyarakat jangan mudah tergoda rayuan perusahaan investasi yang memberi iming-iming imbal hasil tinggi. Seyogyanya, lebih cermat mengenai risiko investasi, bukan hanya keuntungannya saja,’’ tandas Kepala OJK Regional 4 Jateng-DIY Y Santoso Wibowo saat berkunjung ke Menara Suara Merdeka, kemarin.

Dalam kunjungannya didampingi Direktur Pengawasan Bank OJK Sudarmaji dan para pimpinan, dia mengungkapkan, beberapa waktu terakhir marak pemberitaan mengenai adanya penipuan berkedok investasi atau investasi bodong. Masyarakat jangan hanya mengerti keuntungannya yang besar tapi tidak mengerti risikonya. Waspadai iming-iming bunga tinggi. Contohnya menawarkan bunga yang lebih tinggi dari bunga deposito.

Biasanya kata dia, ibu rumah tangga yang menjadi korbannya. Mereka menjadi sasaran empuk perusahaan investasi bodong. Selama ini, OJK ikut berperan serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadi korban. Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mendapati produk investasi yang tidak jelas atau menjadi korban investasi bodong.

Aktivitas Normal

Terpisah, aktivitas travel di kantor travel Cipaganti, Jalan Sultan Agung 92 dan Jalan Pamularsih 15 Semarang itu masih berjalan normal. Puluhan armada diparkir di depan kantor. Sementara lalu lalang masyarakat yang akan menggunakan jasa transportasi juga terlihat. Beberapa penumpang tujuan Semarang- Yogyakarta, Semarang-Bandung, Semarang- Purwokerto, Semarang-Solo dilayani seperti biasa.

Sejumlah calon penumpang tampak memesan tiket di dalam ruangan meski mereka mengetahui kabar penahanan bos Cipaganti. ‘’Iya, saya dengar bos Cipaganti memang ditahan. Namun tidak ada perubahan apa pun. Saya sudah biasa langganan Cipaganti kalau mau pulang ke Bandung,’’ ungkap Eliana Safitri (29) saat hendak memesan tiket Semarang-Bandung.

Menurut dia, penahanan pimpinan Cipaganti tidak berpengaruh selama pelayanan masih berjalan seperti biasa. Ketika Suara Merdeka hendak mengonfirmasi Kepala Cabang Cipaganti Semarang, salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pimpinannya sedang cuti. ‘’Maaf Kepala Cabang sedang cuti. Lain kali saja. Mengenai kabar itu, kami tidak bisa berkomentar banyak,’’katanya. Kabar penahanan bos besar mereka sudah diketahui. Namun tak ada perubahan apa pun di internal perusahaan.

“Masih normal, tidak ada perubahan sama seperti kemarin,’’ujarnya. Selama ini, Cipaganti Group melakukan kegiatan usaha jasa travel, shuttle, penyewaan bus pariwisata, penjualan tiket penerbangan, kerja sama bagi hasil dan penjualan paket wisata. (dwi,K14,dtc-71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/25/265509

25 Juni 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: