KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

10 Kementerian Mengecewakan


SUARA MERDEKA – Kamis, 05 Juni 2014

  • SBY: Cuti atau Mundur!

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menumpahkan kekecewaan terhadap kinerja bawahannya. Ia pun meminta agar menteri memilih cuti atau mundur.

Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) melaporkan terdapat sepuluh kementerian yang kinerjanya di bawah harapan.

”Sepuluh kementerian kinerjanya di bawah harapan,” kata Presiden dalam sambutan pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden, Rabu (4/6). Presiden berharap selama 4,5 bulan sisa masa bakti ini kementerian tersebut dapat meningkatkan kinerjanya. Presiden juga mengatakan, sebagian menteri terbagi waktunya antara kegiatan pemerintahan dengan kegiatan politik.

”Kesimpulan itu faktual, dilaporkan UKP4. Dasarnya adalah pengamatan dan penilaian saya sebagai kepala pemerintahan dan berdasarkan masukan dari masyarakat luas,” kata Presiden. Karena itu, Presiden menginstruksikan agar empat bulan terakhir ini, para menteri kembali aktif memimpin kementerian, mengelola segala tugas dan tanggung jawabnya.

Pada masa kampanye Pilpres 2014 ini, SBY mendengar ada sejumlah nama menteri yang dikabarkan akan turut berpartisipasi dalam mendukung dua pasangan capres-cawapres. Ia mengingatkan para menterinya yang akan turun sebagai juru kampanye untuk mengajukan cuti. ”Sesuai dengan ketentuan undang-undang dan peraturan yang berlaku, para menteri bisa atau saya izinkan untuk mengambil cuti, untuk ikut berkampanye bagi pasangan capres dan cawapres manapun. Aturannya, satu hari kerja ditambah hari libur, jadi minimal tiga hari,” katanya.

Jika keterlibatan menteri dalam tim sukses manapun membuatnya tak mungkin menjalankan tugas kementerian sebagaimana mestinya, Presiden mempersilakan mereka mundur dari jabatan menteri. ”Tentu saudara bisa memilih barangkali untuk tidak melanjutkan keberadaan di kabinet ini atau mengundurkan diri,” tandasnya. Siapa kesepuluh kementerian yang kinerjanya di bawah harapan? SBY tak menyebutkan.

Namun demikian Menko Kesra Agung Laksono telah menyebut ada tiga kementerian yang kinerjanya tak memenuhi harapan. Yakni Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), dan Kementerian Agama (Kemenag).

Ketiga menterinya yakni Djan Faridz (Menpera), Muhaimin Iskandar (Menakertrans), dan Suryadharma Ali (Menag) walaupun mundur, masuk dalam jajaran tim sukses caprescawapres. Lalu siapa tujuh menteri lainnya? Selain ketiga nama itu masih ada tujuh menteri lain yang masuk tim sukses capres.

Menteri yang masuk tim pemenangan Prabowo-Hatta antara lain: Menkokesra Agung Laksono, Menhut Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Mensos Salim Segaf Aljufri dan Menpera Djan Faridz.

Semuanya merupakan anggota Dewan Penasihat. Sementara itu ada dua menteri yang masuk tim sukses Jokowi- JK yakni Menakertrans Muhaimin Iskandar yang menjadi tim penasihat, dan Menteri Pembangunan Daerah Teringgal (PDT) Helmi Faisal Zaini yang masuk tim debat. Selain itu masih ada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang telah mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-JK. Namun Dahlan yakin sekali dirinya tidak bernilai di bawah lima. ”Enggak merasa, enggak merasa,” ujar Dahlan.

Bagi SBY aturan yang ada telah jelas, dan cuti dapat digunakan. ”Gunakan dengan sebaik- baiknya manakala saudarasaudara harus menjalankan tugas politik, barangkalai mulai hari ini, 4 Juni 2014 sampai 9 Juli 2014 mendatang.” ”Aturannya jelas, saya tidak mempersulit, cuma mengatur. Mengapa? Karena saya bertanggung jawab atas apa yang harus dicapai pemerintahan KIB II,” lanjut SBY.

Bagi Tugas

Sementara Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan menilai imbauan itu ditujukan bagi menteri yang tak bisa membagi tugas menteri dengan tim sukses. ”Jadi intinya para menteri yang jadi tim sukses capres tertentu itu harus mengutamakan tugas sebagai menteri. Karena untuk jadi tim sudah diatur dalam Undangundang, bisa 1 minggu bisa 1 hari cuti,” kata Syarief. ”Kalau mau jadi timses sepenuhnya ya harus mundur,” imbuhnya.

Terpisah, merespons imbauan Presiden SBY agar menteri yang sibuk memenangkan capres agar mundur dari kabinet, PDIP menyarankan kedua menteri yang ada di tim sukses Jokowi-JK agar tak perlu terlalu sibuk di tugas pemenangan pilpres. ”Aku lihat Pak Helmy nggak terlalu aktif banget kok. Dia nggak perlu mundur. Solusinya, nggak perlu terlalu aktif di tim pemenangan saja,” kata juru bicara tim pemenangan Jokowi- JK, Eva Kusuma Sundari. Helmy Faisal Zaini merupakan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal asal PKB yang duduk dalam tim sukses Jokowi-JK.

Selain Helmy, ada pula Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang merupakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. ”Termasuk Cak Imin, tidak usah ngegas di timses, kan anak buahnya banyak,” lanjut Eva. Eva menilai imbauan SBYitu masuk akal. Di waktu pengujung pemerintahan SBY ini, memang berisiko kabinet ditingggal oleh punggawanya yang beraktivitas politik. Maka menteri yang bersangkutan diimbau agar tahu diri.(A20-25,90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/05/263515

25 Juni 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: