KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Bupati Rembang Pun Berpantun di Persidangan


SUARA MERDEKA.com – Senin, 23 Juni 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Lebih baik dipandang merugikan, tapi penuh dengan kenangan, daripada dipandang suci, tapi penuh kebusukan. Sajak pantun itu dibacakan dalam sidang beragendakan pembelaan Bupati Rembang nonaktif Moch Salim dihadapan Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarso di Pengadilan Tipikor Semarang, baru-baru ini.

Ia merupakan terdakwa pada kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Rembang 2006-2007 terkait penyertaan modal PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ). Pantun itu dibacakan tegas dan lugas di akhir pembelaan, sebelum nantinya hakim menjatuhkan vonis yang diagendakan pada Rabu (25/6) mendatang.

Hal tersebut dibuat sebagai bentuk kegerahan atas tuntutan jaksa yang menilainya bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng Slamet Margono menuntutnya dua tahun dan enam bulan penjara. Selain itu, Salim juga dituntut membayar denda Rp 100 juta tanpa membayar uang pengganti kerugian negara.

Saat itulah kesempatan terakhir Salim untuk meyakinkan kepada majelis hakim bahwa dirinya tidak bersalah. Bupati Rembang dua periode ini mengaku terkejut dan tak percaya atas tuntutan jaksa.

Sebab, ia merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. “(Penyertaan modal-red) Yang kami lakukan sebenarnya untuk masyarakat Kabupaten Rembang. Secara riil memang itu menguntungkan masyarakat,” kata Salim.

Ia menganggap, jika ada penyimpangan, hal itu hanyalah persoalan administrasi. Karenanya, dirinya tidak bisa dipidanakan. “Terkait PT RBSJ ini juga soal perdata karena banyak fakta jual belinya,” jelasnya.

Dalam pembelaan itu, Salim juga mengungkapkan masalah yang dialaminya ini bentuk skenario dari rival politik yang ingin menjatuhkannya dari jabatan bupati. Ketika itu, ia belum genap satu tahun menjabat bupati, Salim juga mengungkap kejanggalan seperti halnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tidak adil dan tak obyektif dalam melakukan auditnya karena tanpa sekalipun mengklarifikasi ke bupati.

( Royce Wijaya / CN26 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/06/23/206816

23 Juni 2014 - Posted by | REMBANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: