KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Nazar: Anas Tagih Fee Proyek Gedung Pajak


SUARA MERDEKA – Kamis, 12 Juni 2014

Nazar: Anas Tagih Fee Proyek Gedung Pajak

image
M Nazaruddin

JAKARTA – Mantan bendahara umum Partai Demokrat M Nazaruddin melontarkan tuduhan baru kepada bekas koleganya, Anas Urbaningrum. Selain proyek Hambalang, Nazar menyebut Anas meminta fee proyek gedung pajak kepada pimpinan PT Adhi Karya (AK).

Nazar mengawali keterangan itu dari pertemuan antara dirinya, Anas, Kepala Divisi Konstruksi I PT AK saat itu Teuku Bagus Mokhamad Noor, dan bos PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso di Pacific Place pada 2009.

”Sebelum jadi anggota DPR, saya dan temanteman saya dan Mas Anas sebagai bos saya waktu itu ketemu Teuku Bagus di Pacific Place,” ujar Nazar saat bersaksi untuk terdakwa Andi Mallarangeng di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/6). Dalam pertemuan itu, Teuku Bagus melaporkan pekerjaan yang didapatkan atas bantuan Anas, salah satunya proyek gedung pajak pada 2007.

”Saat itu, Teuku Bagus melaporkan bahwa proyek gedung pajak sudah selesai. ‘Mas saya ada pekerjaan besar yang mau saya target tolong Mas bantu’. Dia (Teuku Bagus) menjelaskan yang mau dikejar waktu itu adalah (proyek) gedung Hambalang, gedung DPR, dan pembangunan di Pelabuhan Priok,” ujarnya.

Anas, menurut Nazar, menyetujui dua proyek. Adapun proyek di Tanjung Priok sudah diurus pihak lain. ”Sekitar tujuh hari setelah itu, ketemu lagi di Pacific Place. Dalam pertemuan itu Mas Anas agak nanya, ‘Itu yang pajak sudah beres semua?’ Sudah beres semua soal komitmen yang disepakati,” tutur Nazar.

Anas, lanjut dia, melontarkan candaan permintaan. ”Terus dicandain, nanti jangan lupa, ini kita mau dilantik ya minimal ada jas-jas baru,” sebutnya. Teuku Bagus menanggapi candaan Anas. ”Di situ tercetus Mas Anas mau dikasih hadiah mobil. Tapi bukan mobil yang dikasih, (melainkan) uang Rp 750 juta,” papar Nazar.

Atur Setoran

Anas juga menyebut Anas mengatur alokasi setoran uang terkait proyek Hambalang melalui Sekretaris Menpora Wafid Muharam. ”Mas Anas yang meminta agar uang untuk proyek Hambalang diurus oleh Wafid Muharam dan Mindo Rosalina Manulang,” katanya. Menurut dia, Anas juga yang menginisiasi permintaan fee 22 persen dari nilai proyek kepada PT Adhi Karya yang ingin mengikuti lelang. ”Awalnya 22 persen itu Mas Anas yang minta.

Lalu Pak Bagus (Teuku Bagus) nego dengan Wafid, jadinya 18 persen.” Nazar mengaku tidak mengetahui peran Menpora Andi Mallarangeng dalam proyek ini. ”Kalau Pak Menteri tahu ada Mas Anas dan saya, pasti nggak dapatlah itu (proyek Hambalang), karena kami dalam berpolitik bersaingan,” imbuhnya.

Hakim Haswandi lantas bertanya, ”Yang saya tanya pengetahuan Saudara tentang keterlibatan terdakwa.” ”Kalau saya tidak ada, komunikasi langsung nggak ada,” jawab Nazar. Nazar juga menyatakan Anas Urbaningrum ingin menjadi presiden. Untuk memperoleh modal, Anas memanfaatkan proyek Hambalang. ”Proyek ini dicari untuk Mas Anas, niatnya menjadi presiden.” (D3,dtc-25,71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/12/264223

Iklan

18 Juni 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: