KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Narto Dituntut Lima Tahun


SUARA MERDEKA – Selasa, 10 Juni 2014

  • Kasus Kredit Fiktif di Bank Jateng

 

SEMARANG  Mantan analis Bank Jateng Cabang Semarang Narto dituntut lima tahun penjara dalam kasus korupsi kredit fiktif empat perusahaan yang diajukan Direktur CV Enhat Yanuelva Etliana.

Pada Juli 2012, terdakwa di­ja­tuhi hukuman lima tahun penja­ra oleh Pengadilan Tipikor Se­ma­rang atas tuduhan meloloskan 12 permohonan kredit beragunan dokumen fiktif tahun anggaran 2011.

Saat itu Yanuelva dihukum 15 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta serta wajib mengganti kerugian negara Rp 39 miliar. Na­mun, dia buron sejak Novem­ber 2012 dan hingga kini belum tertangkap.

Dalam persidangan kali ini, Narto dijerat dengan kasus yang objek kredit dan jaminannya berbeda.

’’Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan Pasal 2 subsider Pasal 3 Undang-Undang Tin­dak Pidana Korupsi. Me­nun­tut dengan pidana penjara lima tahun dan denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan penjara,’’ kata Jaksa Penuntut Umum Isti Yas Joni dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang yang dipimpin Jhon H Butar-bu­tar serta anggota Erentuah Da­ma­nik dan Agus Priyadi, Senin (9/6).

Palsukan Dokumen

Jaksa menilai terdakwa menyesal dan telah mengakui per­buat­annya serta memiliki tanggungan keluarga sebagai hal yang meringankan. Adapun yang memberatkan, tindakan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang gencar memberantas korupsi.

Akibat perbuatan terdakwa, pe­mohon kredit yakni Yanuelva me­lalui beberapa perusahaan pinjaman menerima pencairan kredit se­kitar Rp 4,7 miliar dari 12 pengajuan. Sejumlah dokumen, di an­taranya Surat Perintah Pe­kerjaan (SPP) dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Jateng, serta BPPT Kota Semarang, dipalsukan.

Narto juga dinilai membe­ri­kan data yang digunakannya ta­hun 2010 kepada dua analis lain. Keduanya, Mohamad Farid dan Zamroni. Data dari Narto digunakan untuk meloloskan 62 permohonan kredit dengan jaminan dokumen fiktif serupa. Kredit diajukan pemohon yang sama, Ya­nu­elva Etliana. Total kredit Yanuelva di Bank Jateng Cabang Semarang Rp 14,3 miliar dan sekitar Rp 13,8 miliar di antaranya tidak kembali.

Dalam sidang sebelumnya, Narto mengaku percaya saja karena melihat perputaran uang di rekening Yanuelva yang luar biasa, bahkan sehari bisa sampai Rp 2 miliar. Namun ia mengaku tidak pernah menerima imbalan dalam bentuk apa pun setelah meloloskan kredit Yanuelva. (J14,J17-59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/10/263977

18 Juni 2014 - Posted by | SEMARANG, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: