KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KPK Geledah Rumah Ikmal


SUARA MERDEKA – Selasa, 10 Juni 2014

KPK Geledah Rumah Ikmal

image
SM/Wawan HudiyantoBAWA DOKUMEN : Sejumlah penyidik KPK keluar dari rumah mantan wali kota Tegal, Ikmal Jaya. (30)

TEGAL –  Senin (9/6), sejumlah penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan wali kota Tegal Ikmal Jaya yang ada di Perumahan Baruna Asri, Kelurahan Kraton, Tegal Barat. Tidak berhenti pada satu lokasi saja, penyidik juga turut menggeledah kediaman Rokayah – ibu kandung Ikmal – bos PO Dewi Sri yang berlokasi di wilayah Kelurahan Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal.

Penggeledahan itu terkait dengan kasus dugaan korupsi tukar guling tanah ”Bokong Semar”. Dalam kasus itu, lembaga antirasuah itu telah menetapkan Ikmal Jaya sebagai tersangka.

Informasi yang dihimpun, pengeledahan yang dilakukan KPK sebenarnya ada di empat lokasi dilakukan secara bersamaan. Hal itu dikuatkan hasil konfirmasi dengan Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo.

Dikatakannya, KPK menggeledah empat tempat yakni rumah Ikmal, Rokayah, Saeful Jamil yang ada di Desa Randusanga, Kecamatan/Kabupaten Brebes, dan satu perusahaan. Ada delapan orang penyidik yang diterjunkan. ”Ini hanya penggeladahan saja untuk proses penyidikan,” kata dia.

Saat digeledah penyidik, rumah Ikmal hanya ditunggui pembantu rumah tangganya. Ikmal tidak ada di rumah.

Pihak penasihat hukum Ikmal, FH Fredyanto Hascaryo turut menyaksikan pengeledahan rumah kliennya. Banyak barang bukti berupa dokumen penting yang diamankan penyidik. Itu terlihat ketika penyidik komisi itu membawa barang bukti menggunakan tiga koper besar.

Fredyanto mengatakan, penggeledahan dilakukan selama empat setengah jam sejak pukul 09.00 sampai 13.30. Sejumlah dokumen penting yang disita KPK, antara lain, Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan pemberhentian mantan wali kota yang digunakan sebagai data dukung.

”KPK dalam melakukan penggeledahan, sesuai prosedur. Sudah menunjukkan surat izin penggeledahan dan penyitaan barang dari Pengadilan Tinggi (PT) Semarang,” kata dia.

Sementara itu, pengeledahan di rumah Hj Rokayah berlangsung tertutup. Wartawan dilarang berada di halaman rumah. Hanya saja, wartawan diperkenankan memotret  proses pengeledahan dari luar pagar rumah tersebut. Terutama saat penyidik menggeledah dua mobil milik Hj Rokayah yang berada di garasi rumah.

Perlakuan itu sangat beda saat menggeledah rumah Ikmal. KPK sempat adu mulut dengan sejumlah wartawan. Pasalnya, secara tiba-tiba saja penyidik meminta kamera dan meminta untuk menghapus file foto saat penggeledahan. Tentu saja, kondisi itu memancing reaksi dari wartawan.

Mengalami Kesulitan

Penyi1dik KPK diduga sempat mengalami kesulitan untuk membuka salah satu almari di rumah Rokayah. Hal itu dikuatkan dengan kedatangan seorang tukang kunci. Peng­geladahan yang dilakukan mulai pukul 09.00, hingga pukul 14.30 belum terlihat selesai.

Johan Budi menambahkan, sebenarnya penyidik sudah berada di Tegal selama lima hari. Dalam kasus tersebut belum ada tersangka tambahan. Untuk pemanggilan tahap berikutnya, Johan belum menyebutkannya.

Sementara Kapolres Tegal Kota AKBP Bharata Indrayana SIK mengatakan, selama proses penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan KPK, pihaknya hanya membantu dari sisi pengamanan. (D12,H17-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/10/263993

18 Juni 2014 - Posted by | TEGAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: