KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi Lahan UGM: Tersangka Disarankan Mundur dari Jabatan Dosen


SUARA MERDEKA.com – Rabu, 18 Juni 2014

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Para tersangka kasus korupsi penjualan aset lahan milik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta disarankan agar mundur dari jabatannya sebagai dosen.

Meski tidak ada ketentuan yang mengharuskan mereka mengundurkan diri, namun secara etik langkah itu dinilai pantas. Mengingat, dosen adalah profesi terhormat yang seharusnya bisa menjadi contoh bagi publik.

“Secara etika sebaiknya mereka punya kesadaran untuk berhenti sementara. Kita lihat contohnya pada kasus Anggito Abimanyu,” kata peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Hifdzil Alim, Rabu (18/6).

Sangkaan korupsi yang menjerat empat dosen Fakultas Pertanian ini dinilai mencoreng nama baik institusi. Karena itu, pihaknya mendukung langkah Kejati DIY mengusut persoalan ini. Pihak UGM juga didorong untuk bersikap lebih kooperatif dengan kejaksaan demi penegakan hukum.

Dia memandang, tindak korupsi dengan cara membentuk yayasan merupakan modus baru. Agar perkara serupa tidak terulang, UGM didesak agar melakukan pencatatan dan pemeriksaan semua aset yang dimiliki.

Direktur Pukat, Hasrul Halili berharap penyidikan perkara ini bisa menjadi pintu pembuka pengusutan masalah yang lain. Terkuaknya kasus ini menunjukan adanya ketidakberesan pendataan aset di lingkungan UGM.

“Ini bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mendorong penegakan hukum. Kami beberapa kali menyampaikan laporan ke universitas, tapi sering hanya diselesaikan lewat cara kekeluargaan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Kejati DIY menetapkan empat tersangka dalam kasus penjualan aset tanah milik UGM di Dusun Plumbon, Desa Banguntapan, Bantul.

Salah satu tersangka adalah guru besar yang pernah menjabat ketua Yayasan Fakultas Pertanian Gadjah Mada (Fapertagama), Prof Susamto MSc.

Tiga tersangka lain masing-masing Dr Triyanto (Wakil Dekan III Fakultas Pertanian), Ir Ken Suratiyah MS (dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian), dan Ir Toekidjo (dosen Jurusan Budidaya Pertanian).

Ketika dikonfirmasi, Prof Susamto mengaku belum mendapat surat penetapan dirinya sebagai tersangka. “Saya belum dapat surat dari kejaksaan, baru tahu dari media. Silakan konfirmasi ke kuasa hukum atau humas UGM,” katanya.

Saat dihubungi, penasihat hukum Yayasan Fapertagama, Heru Lestarianto juga mengaku belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penetapan status tersangka dalam perkara ini.

Namun pihaknya menyatakan siap menjalani semua proses hukum yang berlaku.

Mengenai status lahan yang dipersoalkan, menurut Heru, tanah seluas 4.000 meter persegi itu bukan milik universitas, melainkan yayasan. Pernyataan itu dikuatkan dengan adanya surat keterangan rektor yang saat itu dijabat Ichlasul Amal.

“Pembelian lahan itu dibiayai oleh sekelompok dosen. Surat rektor itu menyebutkan lahan tersebut bukan milik universitas,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan itu, Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY Purwanta Sudarmadji mempersilakan pihak tersangka mengajukan bukti pembelaan.

“Kami juga memiliki alat bukti. Untuk mengetahui mana yang benar, nanti akan diuji di pengadilan,” tandasnya.

( Amelia Hapsari / CN33 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/06/18/206291

Iklan

18 Juni 2014 - Posted by | JOGJA RAYA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: