KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Koordinator Pengawas Tak Kontrol Lapangan


SUARA MERDEKA – Rabu, 11 Juni 2014

  • Korupsi Proyek Normalisasi Kali Sedangsari Cilacap

 

SEMARANG – Koordinator pengawas proyek normalisasi Kali Sendangsari Cilacap yang juga Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum Agus Susanto diperiksa sebagai saksi dalam persidangan lima terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (9/6). Kelima terdakwa itu adalah M Muslim (pejabat pelaksana teknis kegiatan-PPTK), Kusmiharto (pengawas lapangan), dan panitia pemeriksa pekerjaan yang terdiri atas Anwar Subianto, Bambang Siswanto, dan Aji Sambodo. Saksi mengaku tidak mengontrol hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan. Ia hanya mengetahui bukti pengawasan berupa laporan harian. ‘’Kalau sudah ada (laporan) dari pengawas ya kami percaya saja.

Untuk monitoring tidak hafal, yang ke lapangan Aji Sambodo. Pernah datang sekali saja ke lapangan. Sendirian,’’ ujar saksi dalam sidang yang dipimpin Erentuah Damanik. Panggil Rekanan Hakim pun mencecar Agus, apakah benar datang mengecek ke lapangan atau tidak, mengingat saksi tidak tahu ada masyarakat yang protes karena tidak mendapat ganti rugi. ‘’Ada protes warga apa Saudara tahu. Mana tahu, nggak pernah datang ke lapangan sih.

Siapa yang lihat kamu datang, wong sendirian, ketemu siapa juga nggak jelas. Enak tenan pejabat ini ya,’’ imbuh Erentuah. Saksi mengaku baru mengetahui ada kekurangan volume dalam pengerjaan proyek itu setelah dipanggil penyidik kepolisian. Selaku kepala UPT sekaligus panitia peneliti pelaksanaan kontrak, saksi juga tidak pernah memeriksa proyek. Tapi ia membantah mendapatkan sesuatu dari rekanan. ‘’Jangan bohong ya, nanti kami panggil rekanan untuk bersaksi,’’imbuh hakim. Dalam sidang sebelumnya, majelis hakim menanyakan keberadaan saksi Agus Susanto. Hakim mempertanyakan, mengapa kelima terdakwa bisa diajukan ke meja hijau, tetapi Agus sebagai koordinator pengawas malah melenggang bebas. Menurut dakwaan jaksa, akibat praktik korupsi pada proyek normalisasi yang dibiayai APBD tahun 2010 senilai Rp 1 miliar itu, negara dirugikan Rp 300 juta. (J14,J17-59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/11/264041

18 Juni 2014 - Posted by | CILACAP

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: