KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Gaji PNS Solo Terpaksa Dipotong


RADAR SEMARANG – Senin, 09 Juni 2014

Untuk Pengembalian THR atas Temuan BPK

SOLO – Pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Solo harus mengembalikan tunjangan hari raya (THR) yang telah dibagikan tahun lalu. Itu sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), berdasarkan hasil audit anggaran daerah 2013.
Sekda Solo Budi Suharto mengaku telah membuat surat edaran (SE) terkait penarikan THR PNS 2013. Penarikan itu dilakukan dengan cara pemotongan gaji para PNS pada Juli mendatang. Besaran potongan disesuaikan dengan nilai THR yang telah mereka dapatkan tahun lalu.
”Kami sudah membuat SE (surat edaran). Saat ini, SE tersebut tinggal diedarkan kepada masing-masing SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Karena pelaksanaannya tinggal Juli nanti,” katanya, kepada wartawan kemarin (7/6). Penarikan tersebut sebagai langkah nyata atas rekomendasi BPK.
Seperti diketahui, alokasi anggaran THR PNS 2013 senilai Rp 2,6 miliar masuk menjadi temuan BPK saat dilakukannya audit anggaran. Adapun, ihwal pemberian THR tahun lalu, Budi mengakui memang atas dasar inisiatif pemkot. Niatnya untuk memberikan kesejahteraan PNS saat hari raya. ”Karena biasanya saat hari raya, pengeluaran kan lebih banyak. Tapi, karena ini malah jadi temuan, jadi ya harus ditarik lagi,” terang Budi.
Dia memastikan, penarikan THR 2013 bakal dilakukan untuk semua PNS di lingkungan pemkot yang berjumlah mencapai 9.500 orang lebih. Selain itu, THR 2013 yang diberikan kepada kalangan pensiunan juga tak luput akan ikut ditarik. Untuk mekanisme penarikan THR pensiunan, akan diserahkan kepada masing-masing SKPD yang menaunginya saat masih aktif. ”Ya, nanti termasuk pensiunan. Karena semua anggaran untuk THR memang harus dikembalikan,” tandasnya.
Berkaca pada pengalaman ini, dia memastikan pemkot tak akan mengalokasikan anggaran lagi guna pemberian THR kepada PNS. Sebab, anggaran tersebut sangat rawan menjadi temuan BPK. ”Ke depan sudah tidak ada lagi anggaran untuk THR. Karena hal itu justru menjadi catatan BPK saat nanti dilakukan audit,” papar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Solo Budi Yulistianto mengatakan, besaran THR yang diberikan kepada PNS tahun lalu bervariasi. Nilainya ditetapkan berjenjang, sesuai dengan golongan dan eselon PNS. ”Dulu kira-kira mulai sekitar Rp 150 ribu. Tapi itu berjenjang,” katanya.
Untuk besaran THR, maksimal Rp 450 ribu yang diberikan kepada pejabat eselon II. Adapun pejabat eselon II di lingkungan pemkot berjumlah 24 orang. Pihaknya masih menunggu SE dari sekda, guna menindaklanjuti penarikan THR PNS tersebut. ”Menunggu SE sekda. Nanti perintahnya langsung ke tiap-tiap SKPD,” tambah dia. (ria/un/jpnn/ric)

Sumber : http://radarsemarang.com/2014/06/09/gaji-pns-solo-terpaksa-dipotong/

18 Juni 2014 - Posted by | SURAKARTA - SOLO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: