WASPADA ONLINE – Senin, 16 Juni 2014

JAKARTA – Wakil Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso, menyatakan,  mantan Menteri Agama Suryadharma Ali tidak bermain sendiri dalam kasus pelaksanaan ibadah haji tahun 2012-2013. PPATK telah menyerahkan nama-nama lain yang diduga terlibat dalam kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Dana haji melibatkan pejabat-pejabat di Kementerian Agama pusat, oknum-oknum anggota DPR, pihak swasta, dan pejabat Kementerian Agama di daerah,” ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, hari ini.

Dia menambahkan, nama pejabat Kementerian Agama di daerah yang diduga terlibat kasus korupsi itu memiliki posisi penting. “Kalau sudah diserahkan ke KPK itu level tinggi. Nama-nama itu sudah ada di KPK. Siapa orangnya kita tidak bisa ngomong,” ungkap dia.

KPK telah menetapkan Suryadharma sebagai tersangka kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun anggaran 2012-2013. Status itu membuat dia mundur sebagai menteri agama dan digantikan oleh Lukman Hakim Saifuddin, sesama politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Suryadharma diduga melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU 31 tahun 1999, tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu dan juncto pasal 65 KUHP.

Dia diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Sumber :Waspada ; http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=327897:dpr-terlibat-dalam-korupsi-haji&catid=59:kriminal-a-hukum&Itemid=91