KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi Dana KUR BRI Juwana Pati: Kredit Topengan Diduga untuk Investasi Emas


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 03 Juni 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kasus korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang melibatkan terdakwa Hermansyah, mantan Kepala Unit BRI Juwana I Pati diduga digunakan untuk berinvestasi emas PT East Cape Mining Corporation (ECMC). Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pati mendatangkan tiga saksi dari auditor dan mantri unit di BRI.

Dari keterangan saksi Irwan Dwianggono yang saat itu menjadi mantri di BRI Unit Juwana 1, dirinya tidak mengetahui persoalan kredit fiktif yang terjadi hingga melibatkan terdakwa sebagai pimpinan saat itu. Saat terjadi tunggakan atau kredit macet yang sangat besar sehingga semua personel ditarik untuk disterilkan, ia baru mengetahuinya. Sebelumnya, saksi juga berbisnis investasi emas ECMC selama enam bulan hingga akhirnya terdakwa juga tertarik untuk mengikutinya.

“Sekitar Januari 2012, karena saya sudah ikut (investor) duluan beliau tertarik dan waktu itu beli 1 lot sekitar Rp 5 jutaan. Transaksi jual beli terjadi tetapi darimana uang yang dipakai saya tidak tahu. Untuk keuntungan yang ditransfer setelah saya jumlahkan ada lebih dari Rp 300 jutaan,” ungkap Irwan di hadapan majelis yang diketuai Hastopo dan anggota Suyadi serta Marsidi Nawawi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/6).

JPU Prayitno menyatakan, dari hasil audit internal bank terjadi potensi kerugian hingga Rp 2,3 miliar atas tindakan yang diduga dilakukan Hermansyah serta terdakwa lainnya Heri Sugiharto, mantan mantri BRI Unit Juwana I yang disidangkan dalam berkas terpisah. Tim pemeriksa bank menemukan kredit KUR tidak lancar sebanyak 151 rekening dimana 101 rekening sebagian atau seluruhnya diduga dipakai terdakwa Hermansyah dan sisanya digunakan Heri Sugiharto.

Dari hasil penyidikan, tercatat penyimpangan terjadi pada kredit KUR ini menggunakan modus kredit topengan 33, tempilan 66 dan fiktif sebanyak 2 buah. Topengan artinya menggunakan nama orang lain, sedangkan kalau kredit tempilan ada kerja sama dengan orang dalam. Dalam hal persetujuan kredit, saksi menyatakan bahwa pimpinan yang bertugas memutus kredit setelah melalui mekanisme sesuai prosedur.

“Jadi misalnya pengajuan kredit KUR Rp 20 juta bisa jadi berapa persen untuk nasabah, sisanya dipakai para terdakwa. Ada kerjasama dengan orang dalam untuk persetujuan kreditnya,” kata jaksa.

( Modesta Fiska / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/06/03/204370

4 Juni 2014 - Posted by | PATI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: