KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi Dana Irigasi Banjarnegara: Dwi Atmadji Divonis Tiga Tahun dan Enam Bulan


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 27 Mei 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Dintankannak) Kabupaten Banjarnegara divonis tiga tahun dan enam bulan kurungan dalam sidang perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Jitut) dan Jaringan Irigasi Desa (Jides) tahun 2011 yang merugikan negara Rp 659 juta di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/5) malam.

Selain itu terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsider dua bulan oleh majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Dwi diputus bersalah secara sah dan menyakinkan atas dakwaan subsider karena turut serta melakukan tindak pidana korupsi sesuai pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Erintuah juga memutuskan terdakwa dibebaskan dari dakwaan primer. Sebab, majelis hakim tidak menemukan hal yang mengindikasikan terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut dia, terdakwa juga tidak sepeser pun menikmati uang dari kerugian negara. “Menjatuhkan Dwi Atmadji pidana tiga tahun dan tiga bulan. Menetapkan masa penahanan dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan,” tegas hakim dalam sidang yang berakhir hingga jam 21.00 WIB tersebut.

Terdakwa telah menyalahgunakan kewenangan dengan tidak mematuhi prosedur penentuan petani/ kelompok tani selaku penerima manfaat dana bansos pertanian.

“Penentuan penerima manfaat tidak dilakukan melalui seleksi tim teknis yang sebelumnya diusulkan terdakwa. Kelompok penerima manfaat juga tidak semuanya membuat proposal, RAB (rancanangan anggaran biaya-red), dan gambar desain,” jelasnya.

Selaku penanggung jawab pengelolaan dana bansos pertanian, terdakwa hanya memenuhi penerima manfaat sesuai permintaan terpidana Edi Yusmianto yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara. Adapun, tim teknis yang dibentuknya justru dibiarkan.

( Royce Wijaya / CN33 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/05/27/203601

30 Mei 2014 - Posted by | BANJARNEGARA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: