KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Dana Hibah, Anggota DPRD Gunakan Kuitansi Fiktif


SUARA MERDEKA.com – Sabtu, 24 Mei 2014

SOLO, suaramerdeka.com – Indikasi pimpinan Orkes Keroncong Gita Mahkota yang juga anggota DPRD Kota Surakarta, Hery Jumadi melakukan tindak pidana korupsi dana hibah sebesar Rp 100 juta, di antaranya karena menggunakan kuitansi pembelian alat musik fiktif.

Hal itu dikemukakan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta, Erfan Suprapto SH mewakili Kajari Surakarta Yuyu Ayomsari, Jumat (23/5).  Penyidik menemukan kuitansi pembelian alat musik fiktif karena berdasar laporan pertanggungjawaban (LPj), tersangka membeli alat musik di Toko ”Nagamas” Jalan Gotong Royong No 24 Jagalan, Jebres, Solo.

”Setelah kami cek ke lapangan ternyata tidak ada toko musik sesuai alamat yang dimaksud, sehingga dapat dipastikan toko musik di lokasi memang tidak ada atau fiktif,” tegas Kasi Pidsus.

Berdasar pengecekan ke lokasi toko alat musik, alamat yang dimaksud bukan sebagai toko melainkan tempat usaha pencucian motor dan helm milik seorang pengusaha bernama Heri S. ”Kami sudah mengecek ke alamat tersebut, sehingga cukup kuat kuitansi pembelian alat musik menggunakan dana bantuan hibah hanya fiktif,” tandasnya.

Dalam mengusut kasus ini, lanjut Kasi Pidsus, tersangka Heri Jumadi juga diduga memalsukan daftar hadir atau honor latihan setiap minggu yang diterima pemain dan penyanyi dari Januari 2013 hingga Desember 2013 yang ditanda tangani oleh 10 pemain.

”Berdasar pemeriksaan para saksi, seluruh pemain dan penyanyi mengaku tidak pernah menandatatangani dokumen daftar hadir atau honor tersebut. Meskipun diakui pemain dan penyanyi menerima honor latihan tiap minggu sekali, namun tanda tangan tersebut bukan tanda tangan mereka. ”Jadi, cukup jelas ada unsur kesengajaan membuat tanda tangan tersebut untuk kepentingan LPj dana hibah,” katanya.

Heri S, selaku pemilik usaha tempat pencucian motor dan helm di Jalan Gotong Royong membenarkan kalau tempat usahanya beberapa minggu lalu pernah didatangi petugas dari kejaksaan. ”Selama ini, kami tidak menjual peralatan musik,” jelasnya.

( Sri Hartanto / CN26 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/05/24/203237

30 Mei 2014 - Posted by | SURAKARTA - SOLO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: