KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Penjual Bocoran Kunci Jawaban UN Ditahan


SUARA MERDEKA – Rabu, 23 April 2014

  • Sudah Beredar di Empat Sekolah

PURWOREJO – Aparat Satres­krim Polres Purworejo berhasil menangkap dua mahasiswa yang diduga menjual dan mengedarkan bocoran kunci jawaban ujian nasional (UN). Bahkan kedua mahasiswa itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di sel tahanan Mapolres Purworejo.

Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu yang dimintai konfirmasi melalui Kasubag Humas Kompol Suryo Sumpeno membenarkan hal itu. “Kedua tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujar Suryo di Mapolres Purworejo, kemarin.

Kedua tersangka itu, yakni Yuli Budi Antoro (18), warga RT 2 RW 13 Ngeposan, Purworejo yang tercatat sebagai salah satu mahasiswa di perguruan tinggi ternama di Purworejo. Kemudian Dwi Agus Saputro alias Pethot (20), warga RT 3 RW 3 Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Mage­lang. Agus ini juga seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Magelang.

Kerumunan

Penangkapan kedua tersangka itu bermula dari patroli yang dilakukan aparat Satreskrim yang mencurigai adanya kerumunan kios fotokopi QTA yang ada di jalan Mayjend Sutoyo pada Rabu (16/4). Petugas selanjutnya menyelidiki dan ternyata didapati sedang dilakukan fotokopi kunci jawaban UN jurusan IPA yang diperkecil.

Berdasarkan bukti awal itu, petugas berhasil meringkus Yuli untuk diperiksa. Dari hasil penyidikan diketahui ternyata Yuli hanya menjual dan sumbernya berasal dari Magelang. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap Agus yang diduga hanya sebagai perantara antara Yuli dengan operator utama yang kini juga sudah ditang­kap jajaran Polres Magelang.

Tersangka Yuli menyebutkan, bocoran kunci jawaban UN tersebut sudah beredar di empat sekolah. Tiga sekolah negeri dan satu sekolah ternama dan tergolong favorit di Kabupaten Purworejo. Bahkan tersangka ditangkap petugas di lokasi yang tidak jauh di salah satu sekolah favorit tersebut. Adapun satu sekolah lain, yakni sekolah swasta di wilayah Kutoarjo.

“Di setiap sekolah ada perantaranya. Setiap anak yang meng­inginkan kunci jawaban dikenakan harga Rp 80.000 hingga Rp 120.000. Saya hanya menjual kunci jawaban jurusan IPA. Jurusan IPS tidak dapat,” katanya menyebutkan kunci jawaban itu memang sama persis dengan jawaban soal UN.

Namun demikian, tidak semua soal diberikan kunci jawaban. Dari total keseluruhan soal, ada sepuluh hingga 15 soal yang tidak diberikan kunci jawaban. “Mungkin agar tidak terlalu mencolok. Kalau benar semua kan bisa curiga,” katanya.

Tersangka Yuli mengungkapkan, awalnya hanya berusaha membantu salah satu siswa saja untuk mendapatkan kunci jawaban. Langkah awal dilakukan dengan mencari orang yang menjual kunci jawaban tahun lalu. “Saya kemudian diberi nomor handphone Agus. Kemu­dian saya SMS dan kami janjian ke­temuan di taman Badakan Magel­ang,” katanya.

Untuk mendapatkan kunci jawaban itu, sambung dia, terjadi deal kesepakatan harga Rp 7,5 juta. Namun dia baru memberikan uang muka Rp 2 juta. “Saat ditangkap, hasil penjualan kunci jawaban ini sudah mendapatkan uang Rp 3.850.000,” katanya. (H43-32,48)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/23/259518

2 Mei 2014 - Posted by | PURWOREJO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: