KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pemilu di Prawoto Diminta Diulang


SUARA MERDEKA – Minggu, 20 April 2014

PATI – Dugaan kecurangan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati jadi sorotan. Kemarin, ratusan orang yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi dan Transparansi mendatangi kantor KPU Pati. Massa terdiri atas sejumlah unsur, di antaranya calon anggota legislatif (caleg) beberapa partai politik (parpol) berikut simpatisannya. Mereka meminta KPU menggelar pemilu ulang khusus untuk desa tersebut. Pasalnya, pelaksanaan dan penghitungan suara di desa dengan jumlah pemilih banyak dibanding kebanyakan desa di Pati itu, dianggap sarat dengan ketidakjujuran dan jauh dari nilai keadilan.

Koordinator aksi Supriyadi mengemukakan, pihaknya memiliki sejumlah bukti yang bisa menunjukkan indikasi kecurangan itu. Salah satunya rekaman video yang menggambarkan adanya petugas KPPS yang berada di bilik suara untuk mengarahkan pemilih mencoblos nama caleg dan partai tertentu.

Kecurangan juga diindikasikan terjadi pada rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPS Prawoto. Perolehan suara salah satu caleg asal daerah setempat yang mutlak, yakni 99% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dinilai tidak masuk akal. “Fakta di lapangan masih banyak warga Prawoto yang masih belum bisa membaca. Tidak sedikit pula warga di sana yang merantau dan tidak pulang saat pencoblosan. Jadi, jika partisipasi masyarakatnya sebanyak itu, apalagi mencoblos kolom nama salah satu caleg, jelas diragukan kebenarannya,” kata dia.

Selain itu, caleg dari Partai Gerindra ini juga menyebutkan, adanya intimidasi dari kelompok tertentu yang terorganisasi, sehingga saksi dari sejumlah parpol dan pemantau pemilu tidak bisa mengawasi pemungutan suara di Prawoto. Ketidakberesan itu semakin tampak saat rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK Sukolilo, yang sempat molor karena diprotes banyak pihak. Itu tidak terlepas perolehan suara salah satu caleg, yang mendapat satu suara namun tercatat 459 suara. “Kami tidak hanya meminta pemilu ulang di Prawoto tetapi juga mempidanakan personel KPPS dan PPS di desa itu karena diduga kuat tidak netral dan melakukan kecurangan,” tandasnya.

Ketua KPU Pati Much Nasich menyatakan, persoalan tersebut akan menjadi catatan penting pihaknya. Selanjutnya, KPU Pati akan mengonsultasikan ke KPU Provinsi Jawa Tengah.

Terkait permintaan sanksi tegas kepada penyelenggara Pileg di Desa Prawoto, Nasich mengaku, pihaknya telah mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan tiga anggota PPS. Itu lantaran dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK Sukolilo, mereka mangkir. Kendati ada desakan pelaksanaan pemilu ulang di salah satu desa, namun tidak serta merta menghentikan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPU, kemarin. Rekapitulasi tetap berjalan sesuai tahapan. (H49-39)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/20/259209

2 Mei 2014 - Posted by | PATI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: