KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dua Caleg Dilaporkan ke Panwaslu


SUARA MERDEKA – Sabtu, 12 April 2014

MAGELANG – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Magelang menerima laporan adanya praktik politik uang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Partai Politik (Parpol), Rabu (9/4) lalu. Praktik dilakukan di daerah pemilihan (dapil) Magelang Tengah, tepatnya di Kampung Jaranan RW 7, 8, dan 9.

Laporan diterima Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kota Magelang, Sri Nugraheni di kantor setempat, kemarin. Adapun pelapor adalah Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Magelang Suharyanta yang juga calon legislatif (Caleg) dari Dapil Magelang Tengah.

Didampingi Divisi SDM dan Kelembagaan Panwaslu Ika Siwi, Sri Nugraheni atau Heni menerima sejumlah berkas laporan. Di antaranya seperti surat laporan, nama-nama saksi, dan barang bukti berupa rekaman terjadinya money politics.

‘’Kami menerima laporan dari masyarakat adanya pelanggaran Pemilu berupa politik uang di Dapil Magelang Tengah. Kami sangat mengapresiasi keberanian pelapor, karena memang tindakan politik uang melanggar undang-undang,’’ ujarnya usai menerima laporan.

Heni menuturkan, praktik politik uang terjadi di Kampung Jaranan berupa pemberian Rp 100.000 dari salah seorang caleg dari PDIP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Uang diberikan kepada 14 orang dari simpatisan PDIP dan 60 orang simpatisan PKS.

Klarifikasi Terlapor

‘’Menurut pelapor, uang diberikan sesaat sebelum pemilih mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Bukti dan saksi sudah ada, termasuk nama caleg yang melakukan praktik tersebut. Selanjutnya akan kami proses dengan mengklarifikasi pelapor, saksi, dan terlapor,’’ katanya.

Praktik politik uang ini, katanya, melanggar UU No 8 tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif dan DPD serta melanggar Peraturan KPU N0 15 tahun 2013 tentang Kampanye. Sanksi bagi pelaku atau caleg yang berpraktik politik uang adalah dapat dibatalkan pencalegannya.

‘’Kalau bukti dan saksi sudah lengkap, akan kami bawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dan polisi untuk selanjutnya diproses sesuai prosedur. Kalau terbukti, caleg bersangkutan dapat dibatalkan pencalegannya,’’ paparnya.

Sementara, Suharyanta sebagai pelapor mengemukakan, pihaknya menemukan praktik tersebut sesaat sebelum pemilih pergi ke TPS. Ada sekitar 74 pemilih masing-masing diberi uang Rp 100.000 oleh dua caleg dengan ajakan untuk memilih caleg bersangkutan. ‘’Entah ini bentuk serangan fajar atau siang bolong, tapi kami punya bukti dan saksi atas praktik tersebut. Saya sebagai caleg merasa dirugikan atas praktik ini. Apalagi, partai kami memegang teguh ideologi Pancasila, pengabdian, dan loyalitas,’’ paparnya didampingi tim suksesnya. (H88-78,88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/12/258476

2 Mei 2014 - Posted by | MAGELANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: