KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dampingi Caleg Kampanye, PNS Dituntut Hukuman Percobaan


SUARA MERDEKA – Jum’at, 11 April 2014

WONOSOBO – Terdakwa Agus Hermawan, guru BK SMA 1 Sapuran yang berstatus PNS, oleh jaksa KN Kusuma dalam sidang di Pengadilan Negeri Wonosobo, Kamis kemarin, dituntut hukuman empat bulan kurungan dengan masa percobaan enam bulan.

Guru PNS itu dinyatakan terbukti pada 16 Maret 2014 mendampingi caleg Eko Purnomo di lokasi kampanye Partai Demokrat, di lapangan Tanjungsari Desa Sedayu Kecamatan Sapuran Wonosobo.

Saat itu, terdakwa Agus Hermawan diketahui membantu membeli 10 duz minuman mineral, membagikan kaos bergambar Presiden SBY, naik panggung dan semobil bersama caleg Eko Purnomo.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 278 juncto Pasal 86 ayat 3 Undangundang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu. Majelis hakim yang memeriksa kasus ini diketuai Femina Mustikawati dengan anggota Mulyadi Aribowo dan Wahyu Bintoro, didampingi panitera pengganti Wahyuni Sri Rejeki dan Tyas. Jaksa penuntut umum KN Kusuma dan M Riza.

Keterangan Saksi

Dalam persidangan didengar keterangan saksi Ketua Panwaslu Wonosobo, Eko Vivin Haryati, Ketua Komisioner KPU Wonosobo, Ngarifin Shidiq, Ketua Panwas Kecamatan Sapuran Arif Budiman, anggota Panwascam dan PPLSapuran. Terhadap keterangan saksi Cholil, Miskur dan Eko yang mengetahui terdakwa Agus membagi kaos, guru berstatus PNS menyangkal. Namun para saksi tetap pada keterangannya.

Saksi Cholil pun sempat memotret saat Agus memberikan kaos pada orang lain. Saksi Karyono mengaku, bukti dalam foto adalah terdakwa Agus Hermawan. Terdakwa yang berstatus sebagai guru BK telah mengabdikan diri sejak 2013 di SMA1 Sapuran. Mengenai netralitas PNS dalam Pemilu, Karyono menyebut telah berulang kali menyosialisasikan kepada para guru/karyawan di lingkungan SMA1 Sapuran.

Pada kesempatan untuk melakukan pembelaan, terdakwa Agus Hermawan mengakui kesalahannya, yaitu sebagai PNS saat itu berada di lokasi kampanye Partai Demokrat, mendampingi Eko Purnomo.

Atas kesalahannya, dia menyesal dan minta hukuman yang seringan-ringannya. Untuk memberi kesempatan pengadilan menjatuhkan putusan, sidang ditunda pada Senin (14/4) mendatang. (P55-78,88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/11/258277

2 Mei 2014 - Posted by | WONOSOBO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: