KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

61 Caleg Tersangka


SUARA MERDEKA – Rabu, 23 April 2014

JAKARTA – Enam puluh satu calon anggota legislatif (caleg) ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polri terkait kasus tindak pidana pemilihan umum (pemilu).

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Agus Rianto, hingga kemarin pihaknya telah menetapkan 244 tersangka dalam 202 kasus. Tersangka tersebut adalah 61 caleg, 73 anggota tim sukses, sembilan kepala desa, sisanya pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Agus menambahkan, kasus yang ditangani di antaranya politik uang, pencoblosan lebih dari sekali, kampanye di luar jadwal, kampanye di tempat terlarang, perusakan alat peraga, dan melanggar larangan kampanye.

Kapolri Jenderal Sutarman mengungkapkan, pihaknya tengah mengevaluasi pengamanan Pemilu 2014, mengingat masih banyak pelanggran dan tindak pidana pemilu yang terjadi. ”Ada beberapa insiden yang jadi evaluasi kita bersama. Ke depan, insiden-insiden itu tidak perlu terjadi pada pemilu yang akan datang,” ujarnya.

Pihaknya menyoroti sejumlah kasus menonjol, di antaranya pembakaran dua kantor Kecamatan di Donggala, Sulawesi Tengah yang mengakibatkan ribuan surat suara ludes. ”Juga cara-cara intimidasi dan kekerasan seperti di Aceh dan daerah lain,” ujarnya.

Menyangkut proses hukum tindak pidana politik uang yang ditemukan saat pemilu 9 April lalu, Kapolri menjelaskan, masih ditangani di setiap daerah. Menurutnya, lebih dari 20 kasus politik uang siap masuk ke persidangan. “Ada yang sudah P21 (berkas lengkap), 20-an lebih,” ujarnya.

Siap Disidangkan

Di sisi lain, ada juga kasus yang tidak cukup bukti, sehingga dihentikan. “Ada 17 kasus yang kami hentikan.” Dalam kasus politik uang, imbuhnya, yang membawa dan membagi-bagikan uang itulah yang dipidana. Kasus yang ditangani Polri antara lain temuan seseorang yang membawa uang pecahan Rp 10.000 hingga Rp 50.000 di Luwu, Sulawesi Selatan dengan nilai Rp 9 juta.

Polisi juga menemukan hal yang sama di Gunungkidul, Yogyakarta. Di sana, polisi menemukan dua karung uang pecahan Rp 10.000, Rp 20.000 dan Rp 50.000 senilai Rp 510 juta.

Kasus pemilu lain yang menonjol adalah penyuapan 13 ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Pasuruan oleh caleg DPRD Jatim dari Partai Gerindra Agustina Amprawati senilai Rp 116 juta. Agustina yang kalah dalam pileg mengakui perbuatannya. Tindakannya itu ia lakukan lantaran ketua PPK berjanji mengamankan 5.000 suara per kecamatan.

Namun ternyata ia menjadi korban penipuan petugas PKK itu. Agustina kemudian membawa kasus itu ke proses hukum. Kasus tersebut masih diproses Panwaslu Pasuruan. (K24,viva,- dtc-25,59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/23/259544

28 April 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: