KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi, Direktur Permata Tujuh Divonis 4 Tahun


SUARA MERDEKA.com – Jum’at, 04 April 2014

WONOGIRI, amerdeka.com – Terbukti melakukan tindak pidana korupsi, Bayu Handoyono, Direktur CV Permata Tujuh, Wonokarto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, dijatuhi hukuman penjara 4 tahun potong selama masa penahanan, dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri, Dwi Setyo Budi Utomo, Jumat (4/4), menyatakan, putusan hukuman itu dijatuhkan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Vonis tersebut, terhitung lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Wonogiri, M Naimullah, menambahkan, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, pimpinan Jaksa Hardoyo, sebelumnya menuntut hukuman penjara selama 5 tahun enam bulan dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.

Atas putusan tersebut, baik Bayu Handoyono maupun Tim JPU Kejari Wonogiri, menyatakan dapat menerima. Terhukum Bayu Handoyono, menjadi rekanan pengadaan barang fasilitas pembelajaran Teknik Informasi Komputer (TIK) untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Wonogiri.

Proyek pengadaan TIK tahun 2011 di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonogiri ini, bernilai Rp 1,4 miliar dan merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bantuan pemerintah pusat. Yakni untuk pengadaan peralatan komputer, laptop dan LCD, di 40 SMP di Kabupaten Wonogiri. Tapi barang yang disediakan Bayu tidak sesuai spek.

Terkait dengan kasus ini, Kejari Wonogiri disomasi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bersatu, Wonogiri, pimpinan Slamet Supriyadi, melalui kuasa hukum Gunarto. Gunarto, mengatakan, tidak lazim kasus korupsi hanya ditimpakan pada diri Bayu Handoyono seorang. Sebab, tindak pidana korupsi itu senantiasa melibatkan lebih dari satu orang dan merupakan perbuatan korporasi atau kongkalingkong.

Kata Gunarto, Bayu tidak lebihnya hanya sebagai pedagang yang menjual barang kepada Disdik Kabupaten Wonogiri. Ketika barang diwujudkan, baru kemudian dia menerima pembayaran. “Kalau alasannya kemudian itu tidak sesuai spek, mengapa itu dulu dibayar oleh Disdik?” ujar Gunarto.

Praktisi hukum Gunarto, menyatakan, logika hukumnya Bayu dapat dijadikan terdakwa yang turut serta. Sebab, yang mengeluarkan uang negara, itu adalah oknum Disdik Wonogiri.

Mengapa oknum Disdik Wonogiri malah lolos dari jerat kasus korupsi TIK ini? Apalagi, tandas Gunarto, Kejari Wonogiri pernah memberikan statemen bahwa dalam kasus ini ada dua tersangka. Gunarto mendesak, agar tersangka yang berasal dari Disdik Wonogiri, segera disidangkan.

Menyikapi somasi ini, Kajari Dwi Setyo Budi Utomo, menyatakan tengah mempelajari dan akan memberikan penyikapan. “Tolong kami diberikan waktu untuk mempelajari dulu materi somasinya. Sebab baru dua minggu ini, saya menjabat sebagai Kajari di Wonogiri,” tandasnya.

( Bambang Purnomo / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/04/04/197178

5 April 2014 - Posted by | WONOGIRI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: