KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi CSR PT Antam: Mantan Rektor Unsoed Dihukum 2,5 Tahun


SUARA MERDEKA – Jum’at, 04 April 2014

SEMARANG – Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan pidana 2,5 tahun penjara kepada mantan rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Edy Yuwono. Putusan itu dibacakan dalam sidang, Kamis (3/4) malam. Plt Pembantu Rektor IV Budi Rustomo dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Penerbitan serta dosen Fakultas Peternakan Unsoed Winarto Hadi, juga divonis 2,5 tahun penjara. Majelis hakim yang diketuai Erentuah Damanik menyatakannya, mereka terbukti menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk mencapatkan keuntungan pribadi pada pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR) PT Aneka Tambang (Antam).  ”Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersam-sama dan berlanjut,” kata Erentuah membacakan putusan.

Hakim menilai, para terdakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diperbarui dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001. Selain pidana badan, hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 50 juta setara dua bulan kurungan. Ketiga terdakwa juga dibebani membayar uang pengganti kerugian negara yang besarnya berlainan sesuai yang dinikmati masing-masing.

Hakim memutuskan Edy Yuwono wajib mengembalikan Rp 133 juta, Budi Rustomo Rp 81,7 juta dikurangi yang telah dikembalikannya. Sementara Winarto Hadi wajib mengembalikan Rp 135 juta. Jika tidak mengembalikan, harta benda mereka akan disita. Dan, jika tak memenuhi jumlahnya, maka mereka wajib mengganti dengan pidana satu tahun penjara. Atas putusan tersebut, para terdakwa menyatakan banding. ”Kami banding,” kata Edy Yuwono di penghujung sidang.  Sementara jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Purwokerto belum menyatakan sikap.

Lebih Rendah

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa.Ketiga terdakwa dituntut empat tahun penjara dengan denda Rp 200 juta setara tiga bulan kurungan. Untuk uang pengganti, putusan hakim tak bergeser dari tuntutan. Kasus ini terjadi pada 2011. Mulanya Rektor Unsoed mengajukan proposal pemberdayaan masyarakat di kawasan bekas tambang di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag Purworejo ke PT Antam dengan dana sebesar Rp 7,3 miliar.  PT Antam menyetujui dan memberi dana CSR Rp 5,856 miliar kepada Unsoed sebagai badan layanan umum (BLU).

Namun, kesepakatan antara PT Antam dan Unsoed tidak dilaporkan kepada pemegang otoritas kegiatan di Unsoed. Dana yang cair tak masuk dalam sistem akuntansi Unsoed. Berdasar kerangka acuan kerja (KAK), dana itu harusnya digunakan untuk membangun fasilitas pengembangan pertanian, peternakan, dan perikana terpadu. Namun berita acara pelaksanaan program tak sesuai kenyataan.

Berdasar investigasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, fasilitas yang tidak ada, di antaranya gudang pakan, sumur untuk peternakan itik, kandang bibit sapi, bak air, biosida, kamar mandi umum, dan kolam ikan. BPKP menilai dana CSR yang digunakan di luar KAK mencapai Rp 2,158 miliar. Hal itu menjadi kerugian PT Antam sebagai badan usaha milik negara. Hakim memandangnya sebagai kerugian negara. Terdakwa menerima honor, tunjangan hari raya, dan uang lelah melebihi ketentuan KAK. Kelebihan itulah yang oleh hakim dibebankan pada pidana tambahan penggantian kerugian negara. (H89-71)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/04/04/257690/Mantan-Rektor-Unsoed-Dihukum-25-Tahun

4 April 2014 - Posted by | BANYUMAS - PURWOKERTO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: