KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dana Pemilu Dirampok, Rp 537 Juta Melayang


SUARA MERDEKA – Rabu, 02 April 2014

MAGELANG – Rombongan anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang dirampok usai mengambil uang di Bank BRI Muntilan, Selasa pukul 12.15. Korban adalah Bendahara PPK Widayat (50), pembantu Bendahara PPK Manulang dan sopir PPK Darsin. Mereka dirampok di Jalan Raya Magelang-Semarang, tepatnya di Dusun Sambung, Desa Jambesari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Akibat kejadian ini, dana penyelenggaraan Pemilu sebesar Rp 537.171.000 hilang dibawa kabur perampok.

Dana pemilu ini sedianya akan digunakan untuk membiayai pembuatan 144 tempat pemungutan suara (TPS) di 20 desa di Kecamatan Windusari, distribusi logistik, dan honor anggota PPK, panitia pemungutan suara (PPS) tingkat desa hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Berdasar informasi di lapangan, tiga anggota PPK tengah menuju sekretariat PPK Kecamatan Windusari usai mengambil uang di Bank BRI Muntilan. Namun sesampainya di Jalan Raya Magelang-Semarang ban kiri belakang mobil dinas Avansa Hitam bernomor polisi AA 141 B tiba-tiba kempes.

Widayat dan Darsin kemudian turun dari mobil untuk memeriksa ban, sedangkan Manulang tetap berada di dalam mobil beserta tas berisi uang. Salah satu perampok berpura-pura membeli buah duku sambil mondar mandir mengamati situasi di dalam mobil.

Setelah itu, perampok berkomunikasi dengan rekannya sambil berbalik menuju mobil anggota PPK. “Ia membuka pintu dan langsung menarik tas. Penumpang di dalam mobil berteriak-teriak sambil tarik menarik tas dengan pelaku,” ujar Mursinah. Namun anggota PPK kalah kuat, sehingga tas berisi uang berhasil direbut dan dibawa lari.

Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono menyatakan kejadian ini merupakan penjambretan dengan modus kempes ban. “Polres Magelang akan berupaya optimal untuk melakukan pengungkapan kasus ini. Korban tidak meminta mengawalan polisi, meski sudah disarankan untuk dikawal,” ujar dia. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang Afifudin mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke KPU Provinsi Jawa Tengah dan KPU pusat. (H66-32,88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/02/257412

3 April 2014 - Posted by | MUNGKID - KAB. MAGELANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: