KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

“Dipaksakan” Terima Bansos


SUARA MERDEKA – Senin, 17 Maret 2014

  • Dobel Nama 50 Persen

PURWOKERTO – Realisasi program Kartu Banyumas Pintar (KBP) terkesan dipaksakan selesai sebelum Pileg 2014. Sesuai rencana Pemkab akan meluncurkan bersamaan peringatan setahun pemerintahan pasangan Husein-Budhi. Sekretaris Komisi D DPRD, Yoga Sugama, mengatakan fakta yang terjadi belum mendukung mengingat tim eksekutif masih mengalami berbagai kendala seperti muncul nama calon penerima dobel antara yang diusulkan program beasiswa siswa miskin (BSM) yang didanai APBN dan bantuan siswa dari keluarga tidak mampu yang didanai dari APBD untuk program KBP.

Dia menilai, rencana realisasi KBP merupakan program positif karena semangat dan tujuannya untuk membantu siswa dari keluarga tidak mampu tetap bisa bersekolah (tidak putus sekolah). ”Kita ingatkan pelaksanaannya jangan sampai nabrak aturan dan terkesan dipaksakan hanya untuk mengejar target politik,” Kata wakil rakyat dari Gerindra itu, kemarin.

Ketua Fraksi Gerindra Nurani Rakyat tersebut mengatakan, pihaknya mencium ada indikasi dari eksekutif terutama dari Dinas Pendidikan dan DPPKAD berupaya memaksakan usulan calon penerima yang belum masuk di KUA-PPAS APBD Induk 2014 tetap dimasukkan dengan cara mengotak-atik data.

Melanggar Hukum

”Kalau dipaksakan berpotensi melanggar hukum dan menyalahi prosedur penganggaran,” katanya mengingatkan.

Bansos Dinas Pendidikan yang masuk KUA-PPAS dari APBD 2014 sebesar Rp 1.536.410.000. Calon siswa penerima datanya harus sudah by name by address. Rencananya satu siswa akan mendapat antara Rp 360.000 dan Rp 550.000 per tahun. Saat ini sebagian calon penerima sudah diminta membuat rekening di salah satu bank pemerintah.

Data yang dirangkum dari berbagai sumber menyebutkan, jumlah calon penerima beasiswa dari jenjang SD yang namanya sudah masuk di KUA-PPAS sebanyak 603 anak. Untuk SMP sebanyak 356 anak. Pemkab menarget sebanyak 1.166 siswa SD dan 763 siswa SMP, sehingga ada selisih data untuk SD sebanyak 563 anak dan SMP 407 anak. Selisih data itu belakangan di antaranya diketahui terjadi dobel nama antara calon penerima dari kuota bantuan APBN maupun dari APBD. (G22,H48-17,48)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/03/17/255775/Dipaksakan-Terima-Bansos

17 Maret 2014 - Posted by | BANYUMAS - PURWOKERTO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: