KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Telusuri Dugaan Korupsi, Kejari Panggil Semua Sekolah


SUARA MERDEKA.com – Jum’at, 28 Februari 2014

PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga kembali meneruskan langkah pemeriksaan terhadap puluhan saksi yang diduga terkait penyimpangan pengadaan alat peraga dinas pendidikan Purbalingga tahun 2012. Namun Kejari belum bisa menetapkan tersangka, karena pekan depan masih dilanjurkan pemeriksaan terhadap rekanan.

Kepala Kejari Purbalingga, Dra Martini SH melalui Kasi Pidana Khusus, Wawan Kustiawan SH menjelaskan, masih membutuhkan waktu yang panjang dalam menyelesaikan kasus ini. Pasalnya selain tenaga yang saat itu masih tersita ke kasus Iskhak tipikor Semarang, juga banyak yang harus diperiksa.

“Sekolah saja ada 86 yang kami harus periksa, yaitu sekolah penerima bantuan alat peraga olahraga, seperti bola kaki dan bola voli. Saat ini baru sekitar 10 saksi, ditambah minggu depan akan rekanan yang akan kita undang untuk diperiksa,” jelasnya, Jumat (28/2).

Wawan juga mengatakan, selama ini dari hasil pemeriksaan sementara kepada saksi dari unit layanan pengadaan (ULP) kabupaten Purbalingga dan pihak terkait lainnya dari sisi administrasi sudah benar. Yang diduga ada penyimpangan justru pada spesifikasi yang ditandai adanya dugaan perbedaan nomor Standar Nasional Indonesia (SNI) pada bola kaki dan bola voli.

“Kami jelas memerlukan saksi ahli, karena BPKP belum bersedia memeriksa jika belum ada perhitungan angka. Misalnya jika di kroscek harga dan penawaran serta kerugian negara. Disisi lain kami membutuhkan saksi ahli yang mengerti secara teknis spesifikasi alat peraga olahraga itu,” tambahnya.

Melalui upaya pemeriksaan saksi- saksi termasuk sekolah dan rekanan yang melakukan pengadaan, akan didapatkan data letak kesalahan atau temuan adanya dugaan penyimpangan itu. Karena kejaksaan belum menemukan adanya kesalahan atau penyimpangan dari proses pengadaan hingga lelang secara adminsitrasi.

“Jika ketemu ada perbedaan spesifikasi dan menyebabkan harga juga selisih, maka sudah bisa dikatakan ada penyimpangan. Saat ini baru dugaan karena masih mengumpulkan bukti yang lebih mendukung,” rincinya.

Pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Purbalingga menilai proses lelang melalui penawaran secara elektronik proyek alat peraga Dinas Pendidikan Purbalingga tahun 2012 sudah sesuai prosedur. ULP melalui kelompok kerja (Pokja) yang ada sudah memfasilitasi dari SKPD bersangkutan untuk dilelang.

Tim dari Pokja 5 ULP Kabupaten Purbalingga, Muslimin mengatakan, ia sempat dipanggil Kejaksanaan Negeri Purbalingga untuk memberikan keterangan terkait lelang. Sampai dua kali pemeriksaan dan berakhir usai lebaran lalu terkait proses lelang alat peraga itu.

“Total pagu alat peraga pendidikan yang dilelang mencapai Rp 4 milyar lebih. Banyak sekali rekanan yang ikut penawaran. Usai didapatkan pemenang lelang, maka ULP menyerahkan kembali kepada SKPD terkait melalui pejabat pembuat komitmen atau PPKom itu. Dalam hal ini Kepala Dindik,” paparnya, beberapa waktu lalu.

( Ryan Rachman / CN19 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_banyumas/2014/02/28/192847/Telusuri-Dugaan-Korupsi-Kejari-Panggil-Semua-Sekolah

28 Februari 2014 - Posted by | PURBALINGGA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: