KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Ajaran Anti Korupsi Usia Dini


KOMPASIANA – Selasa, 25 Februari 2014

Tindak pidana korupsi di Indonesia semakin menjadi-jadi. Mulai dari petugas pajak, bea cukai, hingga aparat penegak hukum yang seharusnya turut memberantas korupsi pun ikut tergiur dengan perilaku yang banyak merugikan negara ini.

Bagaimana bisa mencegah tindak pidana korupsi jika aparat penegak hukumnya pun ikut korupsi? Tentu akan hilang kewibawaan dari hukum itu sendiri. Korupsi yang dilakukan oleh para pejabat dan aparat penegak hukum di Indonesia telah membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap hukum dan pemerintah. Akibatnya, masyarakat pun cenderung untuk “meneladani” perilaku para pejabat yang korup ini.

Perilaku korupsi ini sudah menjalar luas ke tingkat masyarakat kita dan ini merupakan kabar buruk bagi proses pemberantasan korupsi di Indonesia. Oleh karena itu, penanaman kesadaran anti-korupsi dan pendidikan karakter bangsa akan berjalan efektif jika dimulai dari masyarakat dan kelompok masyarakat yang paling kecil, yaitu keluarga.

Maka dari itu, ada baiknya kita mulai membenahi sistem dari lingkungan masyarakat kita sendiri. Pendidikan anti korupsi sejak dini bisa menjadi jawaban. Peserta didik pendidikan anti-korupsi bisa dimulai dari kalangan siswa sekolah dasar hingga yang berusia sekolah menengah atas (SMA).

Pendidikan antikorupsi ini merupakan proyek jangka panjang menuju pembentukan Indonesia baru. Program pendidikan anti korupsi yang dilakukan di sekolah-sekolah harus dilakukan secara bersama dan konsisten. Program tersebut harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pemberantasan korupsi mulai dari KPK, kepolisian, kejaksaan, kementerian pendidikan nasional hingga kalangan masyarakat madani seperti LSM. ormas-ormas, dan lain sebagainya.

Pendidikan anti-korupsi sejak dini tidak akan berjalan efektif jika tidak didukung oleh berbagai pihak, khususnya dari pihak keluarga. Guru yang paling baik bagi anak-anak adalah lingkungan keluarganya. Program pendidikan anti korupsi sejak dini tidak akan berjalan efektif jika tidak dibarengi dengan penanaman kesadaran individu, dan pengembangan karakter serta moralitas yang baik. Kesemua itu adalah peran besar dari sebuah keluarga.

Ketika anak-anak mengikuti pendidikan anti-korupsi di sekolah atau pun di keluarga, anak tersebut akan menuruti nasihat dari para pendidik. Namun, wawasan yang didapat dari pendidikan anti-korupsi tersebut akan sirna jika orang tua atau lingkungan keluarga kita tidak mencontohkan teladan yang baik dalam usaha pemberantasan korupsi.

Ketika anak diajarkan di sekolah untuk tidak menerima gratifikasi dalam hal ini pemberian hadiah yang sederhana, lalu ia pulang ke rumah dan orang tuanya menerima begitu banyak parsel dari koleganya padahal beliau pejabat pemerintah maka kejadian seperti ini akan membekas dalam benak anak tadi, bahwa tindak pidana korupsi itu bisa menjadi legal karena melihat kasus orang tua nya tadi.

Pendidikan anti-korupsi sejak dini pun diharapkan bisa menumbuhkan pemikiran yang kritis bagi anak didiknya. Nantinya diharapkan, anak-anak terdidik ini bisa menjadi garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Pendidikan anti korupsi sejak dini itu penting. Akan tetapi, akan menjadi lebih penting dan powerful jika dibarengi dengan pendidikan agama yang dilaksanakan secara konsisten dan kontinyu.

Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/02/25/ajaran-anti-korupsi-usia-dini-634678.html

26 Februari 2014 - Posted by | ARTIKEL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: